Harga Emas Naik Seiring Pelemahan Harga Minyak, Pasar Cermati Keputusan The Fed



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas menguat tipis pada Senin (26/10/2026) karena penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi, sementara para investor menantikan keputusan kebijakan Federal Reserve akhir pekan ini.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 4.010,51 per ons pada pukul 05.44 GMT, setelah sempat menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli pada sesi sebelumnya. Pada hari Jumat, harga emas mencatatkan penurunan mingguan sebesar 4%, penurunan mingguan tertajam sejak Juni.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,4% menjadi US$ 4.024,00.


"Kenaikan yang kita lihat ini sebagian besar merupakan dampak dari sentimen positif akibat turunnya harga minyak, namun kenaikan ini bisa saja tertahan seiring pasar bersiap menghadapi keputusan FOMC dalam beberapa hari ke depan," ujar Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, Didorong Harapan Meredanya Ketegangan Iran

"Pergerakan harga emas akan terus dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga dan risiko geopolitik."

Harga minyak turun pada hari Senin setelah sempat melonjak ke level tertinggi dalam hampir enam bulan pada pekan lalu. Penurunan ini terjadi di tengah harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun serangan yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman tetap membuat kekhawatiran pasokan menjadi perhatian utama.

Seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa mediator asal Qatar berada di Teheran pada hari Minggu untuk membantu meredakan ketegangan regional, dalam koordinasi dengan Amerika Serikat.

Pasar kini menantikan pertemuan kebijakan The Fed pada 27-28 Oktober.

Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS—sebuah indikator utama yang dicermati oleh bank sentral dalam upaya mencapai target inflasi 2%—dijadwalkan akan dirilis keesokan harinya. 

Baca Juga: Ekspor Thailand Melonjak 24% pada September 2026, Lampaui Ekspektasi Pasar

Para pelaku pasar secara umum memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Desember berada di angka 77%, menurut FedWatch Tool dari CME.

Meskipun emas biasanya dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia bagi para investor.

Sementara itu, aktivitas bisnis di AS melambat secara moderat pada bulan Oktober; namun, permintaan yang kuat memungkinkan perusahaan untuk menaikkan harga barang dan jasa. Hal ini menjadi pertanda bahwa inflasi dapat meningkat lebih lanjut dan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang.