Harga Emas & Perak Terus Melemah Jumat (6/2) Pagi, Tertekan Gejolak Saham Teknologi



KONTAN.CO.ID - Harga emas dan perak kembali melemah pada perdagangan Jumat (6/2/2026), seiring aksi jual global di saham-saham teknologi serta penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang menghapus sebagian besar kenaikan harga logam mulia yang sempat terjadi awal pekan ini.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,7% ke level US$4.735,99 per ons troi pada pukul 00.37 GMT, setelah anjlok hampir 4% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 2,8% ke US$4.752,40 per ons troi.

Baca Juga: Dolar AS Bersiap Cetak Kinerja Mingguan Terkuat sejak November pada Jumat (6/2)


Harga perak spot tertekan lebih dalam, turun 3,2% ke US$68,97 per ons troi, melanjutkan penurunan tajam sebesar 19,1% pada perdagangan Kamis.

Sepanjang sesi sebelumnya, perak sempat merosot hingga 10% dan diperdagangkan di bawah level US$65 per ons, menyentuh posisi terendah dalam lebih dari satu setengah bulan.

Tekanan di pasar logam mulia terjadi di tengah pelemahan pasar saham global. Indeks saham dunia MSCI turun lebih dari 1% pada Kamis, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya yang dibutuhkan untuk menopang ledakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Turun Jelang Perundingan AS–Iran Jumat (6/2): WTI di US$62,47

Di saat yang sama, obligasi pemerintah AS diburu investor menyusul rilis data pasar tenaga kerja yang lemah. Namun, di pasar komoditas, perak kembali mengalami tekanan jual yang signifikan.

Dolar AS turut memperburuk sentimen terhadap logam mulia setelah menyentuh level tertinggi dua pekan pada Kamis, seiring meningkatnya volatilitas di pasar saham global. Penguatan dolar membuat emas dan perak menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Data terbaru pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Jumlah lowongan pekerjaan, sebagai indikator permintaan tenaga kerja, turun 386.000 menjadi 6,542 juta pada akhir Desember, level terendah sejak September 2020, menurut laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) dari Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS.

Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi Jumat (6/2) Pagi: Saham, Perak, dan Bitcoin Terpukul Keras

Pelemahan pasar tenaga kerja umumnya memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve untuk mendukung penciptaan lapangan kerja.

Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni.

Dalam kondisi suku bunga rendah, aset tanpa imbal hasil seperti emas biasanya lebih diminati.

Di sisi geopolitik, Gedung Putih menyatakan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama Presiden Donald Trump dalam menghadapi Iran.

Baca Juga: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, Apa Dampaknya pada Perdagangan AS?

Namun, pemerintah AS juga menegaskan bahwa opsi militer tetap tersedia apabila perundingan tingkat tinggi tidak membuahkan kesepakatan.

Untuk logam mulia lainnya, harga platinum spot turun 3,6% ke US$1.916,45 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.918,80 pada 26 Januari. Sementara itu, harga palladium justru menguat 1,3% ke US$1.638,25 per ons troi.

Selanjutnya: AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending Masih Bisa Tumbuh Tinggi pada 2026

Menarik Dibaca: IHSG Ada Peluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Jumat (6/2)