Harga Emas Rebound Usai Capai Titik Terendah dalam 2 Bulan



KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas naik tipis pada hari ini setelah mencapai level terendah dua bulan di sesi sebelumnya, karena investor menilai risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada bulan September sebagai petunjuk mengenai lintasan suku bunganya.

Kamis (8/10/2026) pukul 19.00 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi US$ 4,122.12 per ons troi, setelah menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada hari Rabu (7/10/2026) karena penguatan dolar dan imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi membebani.

Sementara ini, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 sedikit berubah pada US$ 4.146,6 per ons troi.


Para pengambil kebijakan The Fed bulan lalu terpecah mengenai alasan kenaikan suku bunga, menurut risalah tersebut. Sementara "beberapa peserta" melihat kenaikan suku bunga diperlukan untuk menjaga dampak energi dan guncangan harga lainnya, kelompok inti yang lebih hawkish memandang kenaikan suku bunga sebagai hal yang diperlukan untuk mencegah munculnya inflasi yang didorong oleh permintaan.

Baca Juga: Pound Inggris Melemah Jelang Pidato Gubernur Bank of England

Investor hanya melihat peluang sebesar 21,6% untuk kenaikan suku bunga di bulan Oktober, namun memperkirakan kemungkinan sebesar 85% untuk kenaikan suku bunga di bulan Desember, menurut alat FedWatch CME.

Suku bunga yang lebih tinggi meredupkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Gubernur Federal Reserve AS Christopher Waller mengatakan, pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga tambahan mungkin diperlukan, namun menambahkan ada "fleksibilitas" mengenai laju kenaikan dan membiarkan pintu terbuka untuk jeda pada bulan Oktober.

“Harga bergerak di atas US$ 4.100 karena geopolitik memicu kekhawatiran inflasi dan taruhan kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun,” kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM, seraya menambahkan bahwa penguatan dolar dan imbal hasil Treasury dapat semakin menekan emas.

"Gambaran teknis menambah risiko penurunan. Penembusan berkelanjutan di bawah US$ 4.100 membuka jalan menuju US$ 4.000, sementara bertahan di atasnya dapat memicu rebound menuju US$ 4.200."

Dari segi geopolitik, jumlah kapal yang transit di Selat Hormuz turun ke level terendah dalam lebih dari dua bulan setelah serangan terhadap kapal tanker di jalur air utama tersebut mencapai angka tertinggi pada pekan lalu sejak dimulainya perang Timur Tengah, menurut data pelayaran.

Baca Juga: Banjir Thailand Sebabkan Kerugian Industri US$178 juta

Di antara logam lainnya, perak spot turun 2,2% menjadi US$ 58,8 per osn troi, platinum menguat 1,0% menjadi US$ 1.647,3 per ons troi dan paladium naik 0,7% menjadi US$ 1.133, per ons troi