Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Baru, Intip Prediksi Selanjutnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas spot menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor harga emas memicu spekulasi bahwa harga emas pada pekan ini bisa mencapai hingga ke level di atas US$ 2.200 per ons troi.

Tetapi, Selasa (12/3) pukul 18.05 WIB, harga emas spot turun 0,30% ke berada di US$ 2.176,04 per ons troi. Kemarin, harga emas spot mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di US$ 2.182,75 per ons troi.

Sedangkan level tertinggi harga emas termasuk sebelum penutupan perdagangan adalah di level US$ 2.195,15 per ons troi pada Jumat (8/3) malam sebelum turun lagi di penutupan perdagangan.


Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong memprediksi bahwa harga emas akan mengalami tren kenaikan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Emas Turun dari Level Rekor Tertinggi Menjelang Rilis Data Inflasi AS

Lukman mengatakan, sentimen dari luar negeri yang membuat harga emas naik yaitu, terjadinya pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan imbal hasil obligasi AS. Selain itu, serangkaian data ekonomi AS juga lebih lemah dari biasanya, dan tekanan inflasi yang mulai mereda.

"Sehingga hal tersebut menaikkan prospek pemangkasan suku bunga oleh bank sentral dunia dan The Fed yang diperkirakan akan memulai siklus pemangkasan pada bulan Juni 2024 ini," ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Selasa (12/3).

Sedangkan dari sisi teknikal, Lukman menjelaskan bahwa emas berada di posisi long bullish, dan gold ETF meningkat tajam oleh hedge fund serta posisi short interest yang sudah jenuh. Dia mengatakan, data terakhir menunjukkan posisi emas ETF meningkat dari 41.221 kontrak menjadi 145.106. Sehingga membuat total net buy menjadi 109.763 kontrak.

"Maka tren kenaikan emas diprediksi akan berjalan cukup lama, mungkin masih hingga beberapa tahun ke depan. Sebagai contoh, China sudah mengakumulasi sejak tahun 2000," ujar Lukman.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Selasa 12 Maret 2024, Cek Daftarnya di Sini

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa investasi emas masih sangat menarik di tahun ini. Dia melihat, investor saat ini lebih tertarik untuk berinvestasi emas dalam produk paper gold dibandingkan emas fisik karena lebih mudah ditransaksikan dan spread jual belinya yang lebih kecil.

Dia menyebutkan, sentimen utama pada investasi emas adalah kekhawatiran tensi dan geopolitik hingga perang, yang menyebabkan investor beralih ke aset safe haven ini. Tak hanya itu, Bank sentral China yang terus mengakumulasi emas juga sebagai usaha meningkatkan cadangan emas dan dedolarisasi.

"Jadi kenaikan harga emas yang tinggi ini karena permintaan safe haven yang masih kuat. Kenaikan emas ini juga diprediksi akan menyeret kenaikan harga perak dan platinum," kata Lukman.

Lukman memprediksi harga emas akan mencapai paling tidak US$ 2.300-US$ 2.500 pada akhir tahun ini, seiring akan dimulainya siklus pemangkasan suku bunga oleh bank sentral dunia. Selain itu, Lukman memprediksi bahwa harga emas akan terus mengalami kenaikan dan prospek kinerjanya akan terus bertumbuh positif.

Baca Juga: Nilai Aset Bitcoin Sentuh Rp 1 Miliar, Upbit Berikan Saran bagi Para Investor

Selaras dengan hal ini, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi memprediksi bahwa emas masih akan mengalami kenaikan harga yang cukup tajam di tahun ini. Dia menyebutkan, salah satu sentimen yang membuat harga emas naik yaitu, adanya rencana penurunan suku bunga The Fed pada bulan Juni 2024 mendatang.

"Total suku bunga yang akan diturunkan itu cukup signifikan yaitu sebesar 1,10%. Hal ini yang membuat indeks dolar kembali melemah, bahkan kemarin indep dolar mencapai US$ 100, ini ckup luar biasa," kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Selasa (12/3).

Kemudian, Ibrahim mengatakan sentimen lainnya yaitu, datang dari masalah geopolitik Timur Tengah yang masih berlangsung hingga saat ini. Dia memprediksi, kemungkinan besar harga emas akan berada di US$ 2.206 per ons troi, pada semester kedua 2024 mendatang.  

"Kalau dilihat dari fundamental dan geopolitik, harga emas akan terus menanjak. Dan sangat wajar karena di semester kedua sendiri harga emas akan melonjak bersamaan dengan tahun politik," kata Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim mengatakan bahwa harga emas sudah meningkat sebesar US$ 116,14 per ons troi, atau naik 5,63% sejak awal tahun 2024. Sementara pada akhir tahun ini, emas diperkirakan akan mencapai hingga US$ 2.500 per ons troi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati