Harga emas spot bergerak tipis ke US$ 1.814,54 per ons troi di pagi ini (2/9)



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas tetap stabil pada awal perdagangan hari ini, jelang data upah non-pertanian Amerika Serikat (AS) yang sangat penting untuk rencana tapering Federal Reserve, bahkan ketika laporan upah swasta meleset dari harapan.

Kamis (2/9) pukul 08.40 WIB, harga emas spot stabil di US$ 1.814,54 per ons troi. Serupa, harga berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2021 sedikit berubah ke US$ 1.817,20 per ons troi.

Emas yang bergerak tipis terjadi setelah indeks dolar AS melayang di dekat posisi terendah dalam beberapa minggu.


Koreksi the greenback terjadi setelah laporan Ketenagakerjaan Nasional yang dirilis ADP menunjukkan, pengusaha swasta AS mempekerjakan jauh lebih sedikit pekerja dari yang diharapkan, pada bulan Agustus, tetapi pasar tenaga kerja terus pulih.

Baca Juga: Bergerak dalam rentang sempit, emas spot ditutup di level US$ 1.813,9 per ons troi

Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis laporan penggajian non-pertanian untuk Agustus pada hari Jumat (3/9). Pekan lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan, pemulihan pasar tenaga kerja akan menentukan waktu pengurangan pembelian aset.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, yang disebabkan oleh langkah-langkah stimulus besar-besaran.

Sementara itu, hasil ssurvei yang dirilis Rabu (1/9) memperlihatkan, aktivitas pabrik global kehilangan momentum pada Agustus karena pandemi virus corona mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kekhawatiran goyahnya manufaktur akan menambah kesengsaraan ekonomi yang disebabkan oleh konsumsi yang merosot.

Di sisi lain, ekonomi zona Eropa pulih dari pandemi dan hanya membutuhkan dukungan "bedah" yang ditargetkan pada sektor-sektor yang masih berjuang, kata Presiden European Central Bank Christine Lagarde dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu.

Selanjutnya: Harga emas Antam turun Rp 2.000 menjadi Rp 939.000 per gram pada hari ini (2/9)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari