KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun mendekati level terendah dalam sembilan bulan pada hari ini. Hal tersebut juga membuat minyak berada di jalur pelemahan mingguan ketiga berturut-turut. Sentimen yang menyeret harga emas datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan yield US Treasury yang perkasa usai pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Jumat (5/3) pukul 14.30 WIB, harga emas spot stabil di US$ 1.697,60 per ons troi, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak 8 Juni di US$ 1.686,40 per ons troi. Untuk minggu ini, emas sudah anjlok 2%.
Serupa, harga emas berjangka kontrak pengiriman April 2021 turun 0,5% menjadi US$ 1.692,90 per ons troi. Powell kembali menegaskan janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar. Sayangnya, dia juga bilang bahwa The Fed tidak harus campur tangan untuk menjatuhkan yield US Treasury. Baca Juga: Harga emas merosot 2,27% dalam sepekan "Jelas, pernyataan Powell tidak cukup dovish untuk pasar semalam dan, dalam beberapa hal, menyoroti yield US Treasury yang lebih tinggi dengan mengatakan dia merasa nyaman dengan itu," kata analis pasar senior OANDA Jeffrey Halley. "Semua tanda menunjukkan bahwa penguatan obligasi berlanjut," tambah Halley. Hal ini membuat emas diprediksi kembali jatuh ke bawah level saat ini dan memungkinkan menuju wilayah US$ 1.600 per ons troi.