Harga Emas Spot Ditutup Turun ke US$ 4.140,19 Per Ons Troi, Tertekan Penguatan Dolar



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas spot turun pada Jumat (2/10/2026), tertekan dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan imbal hasil US Treasury yang tinggi.

Harga emas spot ditutup turun 0,9% ke level US$ 4.140,19 per ons troi pada Jumat (2/10/2026), Harga emas turun sekitar 3,4% untuk minggu ini.

Sementara itu, harga kontrak berjangka emas AS ditutup 1% lebih rendah pada US$ 4.162,30.


Dolar AS sedikit melemah, tetapi menuju kenaikan mingguan. Sementara imbal hasil US Treasury tenor 10 dan 30 tahun mencapai level tertinggi sejak 2002 pada hari Kamis.

Harga emas turun setelah naik lebih dari 1% di awal sesi setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan September.

Baca Juga: Harga Emas Global Menuju Penurunan Mingguan Terdampak Penguatan Dolar AS

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS yang dipantau ketat menunjukkan, jumlah pekerja non-pertanian AS meningkat 29.000 pada bulan lalu setelah revisi penurunan sebesar 133.000 pada bulan Agustus. Para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan jumlah pekerja akan meningkat 90.000 setelah lonjakan 162.000 yang dilaporkan sebelumnya pada bulan Agustus.

"Para penggemar emas mungkin menolak untuk terlalu bersemangat untuk saat ini, karena mengetahui bahwa The Fed mempertahankan bias hawkish," kata Han Tan, kepala analis pasar di Bybit.

Dalam beberapa bulan ke depan, kata dia, sebagian besar pergerakan harga emas akan bergantung pada seberapa besar The Fed bersedia mentolerir potensi pelemahan pasar tenaga kerja, dengan fokus utama pada penekanan inflasi AS.

Harga emas telah turun lebih dari 20% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Harga emas tertekan ekspektasi bahwa inflasi yang dipicu konflik dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Data inflasi terbaru yang lebih rendah dari perkiraan, bersamaan dengan penentangan dari setidaknya dua pembuat kebijakan utama terhadap kenaikan suku bunga lainnya pada bulan Oktober, telah memperkuat taruhan investor bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga pada akhir bulan ini.

Para trader saat ini melihat sekitar 22% kemungkinan kenaikan suku bunga AS bulan ini, dibandingkan dengan sekitar 70% pada awal pekan, menurut CME FedWatch Tool.

"Grafik masih terlihat cukup suram dan (emas) dapat turun lebih rendah lagi jika siklus suku bunga kembali naik," kata analis Marex, Edward Meir.

Baca Juga: Portofolio September Divergen, AUD Melaju saat IHSG dan Emas Tertekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News