KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik pada hari Selasa (3/11), karena dolar tergelincir dan ambiguitas mengenai deklarasi hasil pemilu presiden Amerika Serikat (AS) mendorong investor untuk mencari perlindungan dari logam safe-haven. Melansir Reuters, harga emas spot emas naik 0,7% menjadi US$ 1.907.96 per ons troi. Harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9% menjadi US$ 1.910,40. “Satu-satunya pendorong di balik harga emas adalah kemungkinan besar akan terjadi kekacauan seputar pemilihan umum AS, dari prediksi tidak memiliki presiden malam ini,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.
Baca Juga: Wall Street menguat tajam di hari pemilu AS, Dow Jones melonjak lebih 500 poin Terlepas dari keunggulan konsisten dari Partai Demokrat Joe Biden dalam jajak pendapat nasional, kontes ini akan segera berakhir di negara bagian swing dan mungkin perlu beberapa hari sebelum hasilnya diketahui karena penundaan penghitungan suara. "Kami akan menembus di atas level US$ 2.000 per ons troi dengan potensi tertinggi sepanjang masa dengan pelantikan (presiden) (pada 20 Januari)," kata Sica, menambahkan. Emas akan memiliki momentum yang signifikan hingga pertemuan berikutnya. Presiden diputuskan dan kemudian akan tergantung pada stimulus lebih lanjut. Bullion juga mendapat dukungan dari dolar yang jatuh, karena investor bertaruh pada kemenangan oleh Biden, yang berpotensi menyuntikkan stimulus lebih besar ke dalam ekonomi yang dilanda virus. Baca Juga: Harga emas siang ini di Pegadaian, Selasa 3 November 2020