Harga Emas Spot Kembali Melemah Selasa (7/7), Semua Mata Tertuju pada Risalah The Fed



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi sebelumnya.

Pelaku pasar memilih menunggu risalah rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) sebagai petunjuk arah suku bunga ke depan.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.148,59 per ons troi pada pukul 00.43 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,2% ke level US$ 4.160,20 per ons troi.


Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Selasa (7/7) Pagi, Brent ke US$ 72,29 per Barel

Fokus pasar kini tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung pada 16-17 Juni dan dijadwalkan dirilis Rabu (8/7) waktu setempat.

Sebelumnya, Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan bahwa forward guidance dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mempercepat dampak kebijakan moneter apabila digunakan dalam kondisi yang tepat.

Namun, menurutnya, pendekatan tersebut juga dapat menjadi masalah jika diterapkan secara kaku.

Dari sisi ekonomi, aktivitas sektor jasa AS pada Juni tercatat sedikit melambat setelah lonjakan permintaan akibat konflik di Timur Tengah mulai mereda.

Meski demikian, indikator ketenagakerjaan kembali meningkat setelah mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, menandakan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.

Baca Juga: Yen Kembali Dekati Level Terendah 40 Tahun, Pasar Uji Kesabaran Jepang

Harga emas telah terkoreksi lebih dari 25% dari rekor tertinggi yang dicapai awal tahun ini. Sebelumnya, konflik antara AS, Israel, dan Iran mendorong kekhawatiran inflasi, memperkuat dolar AS, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga sehingga menekan harga logam mulia.

Namun, emas sempat menguat ke level tertinggi dalam dua pekan pada Senin (6/7).

Penguatan tersebut didorong meredanya kekhawatiran inflasi setelah tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran, ditambah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 57%, turun dari lebih dari 60% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Secara umum, suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Baca Juga: Akhir Kisah Ronaldo di Piala Dunia: Enam Edisi, Tanpa Trofi Juara

Di sisi lain, Citigroup resmi menjadi bank kelima yang memperoleh izin untuk melakukan transaksi di pasar emas over-the-counter (OTC) London, pusat perdagangan emas terbesar di dunia. Langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi bisnis logam mulia perseroan.

Sementara itu, Perth Mint melaporkan penjualan produk emas pada Juni mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir, meningkat 53% dibandingkan Mei. Sebaliknya, penjualan produk perak turun 19% pada periode yang sama.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$ 61,57 per ons troi. Harga platinum melemah 0,8% ke US$ 1.618,78 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,4% menjadi US$ 1.264,11 per ons troi.