KONTAN.CO.ID - Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Senin (28/9/2026). Kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpotensi menaikkan suku bunga. Mengutip
Reuters, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$4.254,77 per ons troi pada pukul 00.10 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,7% menjadi US$4.289,70 per ons troi.
Baca Juga: Hari Ini (28/9) 92 Saham Keluar dari Papan Pemantauan Khusus BEI, Ada Saham BUMN! Tekanan terhadap emas terjadi ketika harga minyak kembali menguat lebih dari 1% di tengah ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Iran menegaskan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dilakukan melalui jalur diplomasi. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik. Kenaikan harga energi menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed. The Fed sebelumnya telah menaikkan suku bunga pada awal September sebesar 25 basis poin. Dengan kenaikan tersebut, target suku bunga acuan The Fed kini berada pada kisaran 3,75%-4%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 66% bahwa The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Oktober. Ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi meningkat, biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi sehingga daya tarik logam mulia dapat berkurang.
Baca Juga: Berlaku! Batas Minimum Harga Saham Turun Ke Rp 1, Cek Saham Harga Di Bawah Rp 50 Inflasi AS jadi perhatian Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan pada Jumat (25/9) bahwa dirinya khawatir inflasi yang bertahan tinggi dapat membuat masyarakat AS terbiasa dengan kenaikan harga. Menurut dia, bank sentral AS tidak boleh membiarkan kondisi tersebut menjadi normal baru bagi masyarakat. Sentimen konsumen AS juga menunjukkan pelemahan. Sebuah survei menunjukkan kepercayaan konsumen turun ke level terendah dalam empat bulan pada September karena kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi akan menggerus daya beli rumah tangga. Perkembangan inflasi menjadi penting bagi pasar emas karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi Senin (28/9), Ini 4 Saham Rekomendasi BRI Danareksa Jika tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi bertahan, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat menjadi lebih besar. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1% menjadi US$63,67 per ons troi. Harga platinum melemah 0,7% menjadi US$1.765,28 per ons troi, sementara palladium turun 0,7% menjadi US$1.257,70 per ons troi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News