Harga emas spot menguat ke US$ 1.873,01 per ons troi, ini penyebabnya



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas menguat dan melayang di sekitar level tertinggi dalam  empat bulan. Katalis utama yang menyokong pergerakannya datang dari pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) jelang risalah dari pertemuan FOMC yang diharapkan untuk menjelaskan lebih banyak pandangan dari pembuat kebijakan moneter tersebut tentang inflasi.

Rabu (19/5) pukul 14.30 WIB, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 1.873,01 per ons troi, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 29 Januari di US$ 1.874,8 pada sesi sebelumnya. 

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Juni 2021 menguat 0,2% menjadi US$ 1.872 per ons troi.


"Emas melonjak secara agresif sejak awal minggu di dengan narasi inflasi yang meningkat dalam lingkungan di mana The Fed tahan terhadap pengetatan," kata Currency Strategist DailyFX Ilya Spivak.

"Dengan latar belakang itu, kami telah melihat harga komoditas yang lebih kuat secara umum dan dolar yang lebih lemah. Tentu saja harga emas telah menjadi cerminan penting dari itu," lanjut Spivak.

Indeks dolar AS memang merosot mendekati level terendah dalam tiga bulan terhadap para pesaingnya. Ini membuat emas semakin lebih murah bagi mata uang lainnya. 

Baca Juga: UPDATE Harga Emas Spot Rabu (19/5): Stabil di level US$ 1.866,54 per ons troi

Harga emas telah naik lebih dari US$ 190, atau hampir 12%, sejak jatuh ke palung terendah dalam sembilan bulan di awal Maret lalu. Keperkasaan emas didorong oleh kemunduran the greenback dan kenaikan ekspektasi inflasi, karena emas batangan dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

Kekhawatiran atas tekanan inflasi meningkat setelah harga konsumen AS di bulan April naik 4,2% secara tahunan (yoy), kenaikan tercepat dalam lebih dari satu dekade.

Investor sedang menunggu rilis risalah dari pertemuan kebijakan The Fed pada 27-28 April lalu. 

Bank sentral AS telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk beberapa waktu. Para pejabat The Fed pun telah berulang kali menyatakan bahwa mereka mengharapkan kenaikan inflasi hanya berumur pendek.

Spot emas dapat menembus suport di US$ 1.859 dan jatuh ke kisaran US$ 1.830 hingga US$ 1.847 per ons troi jika gagal menembus resisten di US$ 1.875, ujar analis teknikal Reuters Wang Tao.

Selanjutnya: Pakuwon Jati (PWON) terbitkan obligasi tambahan US$ 100 juta untuk operasional umum

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari