Harga Emas Spot Naik di Akhir Pekan, Berpotensi Lanjutkan Kenaikan



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas spot naik pada akhir pekan, Jumat (14/8/2026), didukung oleh dolar yang melemah setelah pembacaan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang sesuai  perkiraan.

Data terbaru inflasi AS itu mengarahkan timbangan ke arah mempertahankan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan.

Jumat (14/8/2026), harga emas spot ditutup naik naik 0,6% ke level US$ 4.375,50 per ons troi. 


Pada hari sebelumnya, harga emas turun 1,3% karena aksi ambil untung setelah harga menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026. 

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Xi Minta Tiongkok Perkuat Infrastruktur dan Peringatan Dini

Sementara, harga kontrak berjangka emas AS naik 0,4% lebih tinggi pada US$ 4.437,30. 

"Indeks dolar AS yang melemah mendukung harga emas hari ini (Jumat)," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange seperti dilansir Reuters.

Indeks dolar AS turun 0,3%, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli di luar negeri.

Harga emas mendapat dukungan dari penurunan tak terduga dalam data nonfarm payrolls AS pada bulan Juli, dan angka inflasi minggu ini yang sebagian besar sesuai dengan ekspektasi.

Hal ini secara signifikan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan, dengan sebagian besar analis sekarang memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kisaran suku bunga saat ini sebesar 3,50% hingga 3,75%.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 33% pada bulan September dibandingkan 55% minggu lalu, menurut data FedWatch Tool dari CME.

"Karena kami memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, harga emas karenanya masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Disney Ungkap Jajaran Pemeran X-Men, Frozen 3 dan Deretan Proyek Anyar di D23