KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat tipis pada perdagangan Selasa (8/9), didukung pelemahan dolar AS. Investor kini mencermati serangkaian data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Mengutip
Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$4.418,79 per ons troi pada pukul 00.48 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember justru turun 0,3% ke US$4.464,80 per ons troi.
Baca Juga: Trump Ancam Bombardier, Wajib Produksi Jet di AS atau Kehilangan Pasar Penguatan harga emas terjadi seiring indeks dolar AS turun 0,3%. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi AS. Data
producer price index (PPI) dijadwalkan terbit pada Kamis, sementara consumer price index (CPI) akan dirilis pada Jumat. Kedua data tersebut menjadi penting karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed pada pertemuan pekan depan. Sebelumnya, harga emas tertekan pada 4 September setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus. Tingkat pengangguran AS juga bertahan di level 4,1%.
Baca Juga: Yen Jepang Tembus Level Tertinggi 7 Bulan Selasa (8/9), Pasar Tunggu Data Inflasi AS Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini melihat probabilitas sekitar 60% terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan pekan depan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi emas. Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, perkembangan inflasi global juga menjadi perhatian. Deutsche Bank kini memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Desember, selain kenaikan yang diperkirakan terjadi pada September. Risiko energi yang persisten dinilai dapat menjaga tekanan terhadap inflasi Eropa.
Dari sisi geopolitik, Iran mengancam akan melakukan pembalasan jika AS kembali menyerang aset-asetnya.
Baca Juga: Jelang Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro dan Lula Sama Kuat Iran juga memperingatkan bahwa infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk kepentingan minyak dan gas AS, rentan menjadi sasaran. Sementara itu, harga logam mulia lainnya turut menguat. Perak spot naik 0,3% menjadi US$66,34 per ons troi, platinum naik 0,6% menjadi US$1.836,97, sedangkan palladium menguat 0,9% menjadi US$1.401,47 per ons troi.