KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan awal Asia, Senin (17/8/2026), didukung pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada September. Mengutip
Reuters, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.388,62 per ons troi pada pukul 00.28 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,2% menjadi US$ 4.444,30 per ons troi.
Baca Juga: Yen Menguat Tipis Senin (17/8), Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mulai Surut Indeks dolar AS turun 0,1%. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Sentimen terhadap emas turut mendapatkan dukungan dari sejumlah data ekonomi AS terbaru yang menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan. Data menunjukkan nonfarm payrolls AS pada Juli secara tak terduga mengalami penurunan. Selain itu, data inflasi konsumen yang dirilis pekan lalu menunjukkan kenaikan harga yang relatif moderat. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September semakin berkurang. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 33%, turun dari 47% sebulan sebelumnya. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya mendapatkan keuntungan ketika suku bunga berada pada level rendah. Harga emas spot juga mencatat kenaikan secara mingguan pada perdagangan Jumat (14/8).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jepang Periode April-Juni Lebih Lambat dari Perkiraan Investor Tunggu Risalah Rapat The Fed Pelaku pasar kini menantikan risalah pertemuan The Fed pada Juli yang akan dirilis pada Rabu (19/8). Risalah tersebut akan menjadi perhatian investor untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS. Perubahan ekspektasi suku bunga menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan harga emas. Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas dibandingkan aset berbasis imbal hasil. Di sisi lain, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian pasar. Utusan Presiden AS Donald Trump bertemu dengan mediator dari Mesir, Qatar dan Turki di Kairo pada Minggu (16/8) untuk mendorong rencana perdamaian Gaza. Pertemuan tersebut berlangsung ketika Israel masih melancarkan serangan udara di wilayah Gaza. Sementara itu, dari sisi permintaan fisik, diskon harga emas di India melebar pada pekan lalu ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Kenaikan harga emas membuat konsumsi di negara tersebut tertekan. Permintaan di China juga masih relatif lemah meskipun bank sentral negara tersebut terus melakukan pembelian emas.
Baca Juga: Utusan Trump Bertemu Mediator, Israel Serang Gaza Harga Perak, Platinum dan Palladium Ikut Naik Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga perak spot naik 0,8% menjadi US$ 65,19 per ons troi. Sementara platinum meningkat 0,4% menjadi US$ 1.755,40 per ons troi. Adapun harga palladium naik lebih tinggi, yakni 1,2% menjadi US$ 1.329 per ons troi.