Harga Emas Spot Sedikit Meredup ke US$1.863,38 Jelang Data Inflasi AS, Senin (13/2)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas meredup pada hari Senin (13/2), tertekan penguatan dolar. Para pedagang menyesuaikan posisi sebelum data inflasi AS hari Selasa (14/2), yang dapat mempengaruhi peta jalan Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$1.863,38 per ons troi, pada pukul 06.53 GMT. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik tipis 0,1% menjadi US$1.876,90.

Bullion sering dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi biaya peluang untuk menahannya meningkat ketika suku bunga dinaikkan untuk menurunkan inflasi.


Baca Juga: Percaya atau Tidak, Robert Kiyosaki Bilang Perak Lebih Bernilai dari Real Estat

"Dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi terus menekan harga emas karena ekspektasi cerita disinflasi yang berkepanjangan ditantang," kata Yeap Jun Rong, analis pasar di IG.

Indeks dolar naik tipis 0,1%, membuat emas batangan dengan harga greenback lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Benchmark imbal hasil tenor 10 tahun melayang mendekati level tertinggi sejak 6 Januari.

Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker pada hari Jumat mengatakan,melihat tingkat kebijakan The Fed naik ke suatu tempat di atas 5% dan bertahan di sana untuk sementara waktu dan menandai prospek penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Pelaku pasar sekarang mengharapkan suku bunga The Fed mencapai puncaknya di 5,185% pada bulan Juli.

"Nada hati-hati untuk harga emas dapat terus berlama-lama menjelang data CPI AS, karena setiap risiko kenaikan inflasi yang disajikan dapat mendorong kembali ekspektasi dovish baru-baru ini dan mengarahkan pasar untuk meninjau kembali kemungkinan harga lebih tinggi untuk lebih lama," kata Yeap.

Data kemungkinan menunjukkan bahwa harga konsumen bulanan AS naik 0,4% bulan ke bulan di bulan Januari, menurut survei ekonom Reuters.

Baca Juga: Ekonom Sebut Cadangan Devisa Terkatrol Harga Emas pada Awal Tahun Ini

"Repricing baru-baru ini dari ekspektasi pasar di sekitar pengetatan The Fed dapat menciptakan angin sakal jangka pendek untuk harga (emas)," kata analis di ANZ dalam sebuah catatan.

"Aksi jual lebih lanjut dapat mengonfirmasi harga turun di bawah US$1.800 per ons troi dalam jangka pendek."

Di tempat lain, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$21,93 per ons troi dan platinum turun tipis 0,1% menjadi US$943,76. Sementara paladium naik 0,1% menjadi US$1.544,14.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto