Harga Emas Spot Stabil di US$ 4.200 Senin (12/10), Menanti Data Inflasi AS Pekan Ini



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada awal perdagangan Senin (12/10/2026), seiring investor mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) pekan ini yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, harga emas spot stabil di US$ 4.200,23 per ons troi pada pukul 00.10 GMT, setelah menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada Jumat (9/10/2026).

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2026 naik 0,2% menjadi US$ 4.225,50 per ons troi.


Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati Senin (12/10), Waspadai Laporan Keuangan dan Inflasi AS

Perhatian pasar pekan ini tertuju pada rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS pada Rabu (14/10/2026), yang akan disusul data indeks harga produsen (PPI) dan penjualan ritel pada Kamis (15/10/2026).

Data tersebut akan menjadi pertimbangan investor dalam memperkirakan langkah kebijakan moneter The Fed, terutama di tengah tekanan inflasi akibat kenaikan biaya energi dan konflik di Timur Tengah.

Pada September lalu, bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober hanya 18%. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga hingga Desember mencapai 84%.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil, sehingga relatif kurang kompetitif dibandingkan aset berbunga.

Di sisi lain, sentimen konsumen AS kembali memburuk pada awal Oktober. Kenaikan biaya hidup akibat konflik di Timur Tengah membuat rumah tangga semakin pesimistis terhadap kondisi perekonomian.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Senin (12/10), Cermati Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui badan perdagangan dan pembangunan UNCTAD, juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global melambat menjadi 2,6% pada 2026, dibandingkan 2,9% pada tahun sebelumnya. Guncangan energi akibat krisis di Timur Tengah dinilai semakin menguji ketahanan perekonomian global.

Dari sisi permintaan fisik, permintaan emas di India masih lesu pada pekan lalu. Sementara itu, aktivitas perdagangan di China, sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia, relatif terbatas karena periode perdagangan yang terpotong libur.

Adapun logam mulia lainnya bergerak menguat. Harga perak spot naik 0,5% menjadi US$ 61,08 per ons troi. Harga platinum bertambah 0,4% menjadi US$ 1.693,51 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,7% menjadi US$ 1.155,84 per ons troi.