KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan Selasa (7/4/2026), seiring sikap hati-hati investor menjelang tenggat yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz. Melansir
Reuters, harga emas spot tercatat stabil di level US$4.646,69 per ons troi pada awal perdagangan. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun tipis 0,2% ke US$4.674,40 per ons troi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Lanjutkan Kenaikan Selasa (7/4) Pagi: Brent ke US$110,34 per Barel Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara AS, Israel, dan Iran yang menjadikan Selat Hormuz sebagai titik krusial. Iran menegaskan menginginkan akhir perang yang bersifat permanen, namun menolak tekanan untuk segera membuka jalur pelayaran tersebut. Di sisi lain, Trump kembali mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai hingga batas waktu yang ditentukan. Fokus ke Kebijakan The Fed Selain faktor geopolitik, investor juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett menilai potensi “shock pasokan” dari peningkatan investasi dan produktivitas berbasis kecerdasan buatan dapat membuka ruang bagi bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Baca Juga: Dolar Bertahan Dekati Level Tertinggi Selasa (7/4) Pagi, Tunggu Tenggat Trump ke Iran Namun pandangan berbeda disampaikan pejabat bank sentral. Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai tekanan inflasi masih menjadi risiko utama, sehingga mendukung kebijakan moneter yang tetap ketat. Sejalan dengan itu, pelaku pasar saat ini memperkirakan kecil kemungkinan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS pada tahun ini. Investor juga menantikan risalah rapat kebijakan Federal Reserve yang akan dirilis Rabu, serta data inflasi utama AS, yakni Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Kamis dan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat, sebagai petunjuk arah pasar selanjutnya. Komoditas Lain Melemah
Sementara itu, logam mulia lainnya bergerak melemah. Harga perak turun 0,9% menjadi US$72,11 per ons troi, platinum terkoreksi 0,2% ke US$1.974,66, dan paladium melemah 0,6% ke US$1.476,27 per ons troi.
Baca Juga: Presiden Xi Jinping Dorong Percepatan Transisi Energi Baru di Tengah Gejolak Global Di sisi energi, harga minyak tetap bertahan di atas US$110 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, yang turut menopang minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Dengan kondisi ini, pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat.