KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas tetap stabil pada hari ini setelah menyentuh level terendah lebih dari satu bulan pada sesi sebelumnya. Sementara, investor bersiap untuk keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan moneter di masa depan. Selasa (15/9/2026) pukul 09.15 WIB, harga emas spot sedikit berubah pada US$ 4.300,96 per ons troi, setelah mencapai titik terendah sejak 7 Agustus pada hari Senin (14/9/2026). Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 turun 0,3% menjadi US$ 4.341,1 per ons troi.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Bangkit Selasa (15/9), Samsung dan SK Hynix Mulai Rebound The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada pukul 18.00 GMT pada hari Rabu (16/9/2026) setelah berakhirnya pertemuan dua hari. Pasar keuangan bertaruh besar bahwa para pembuat kebijakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan mereka seperempat poin persentase ke kisaran 3,75%-4,00%. "Bagaimana Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan kenaikan suku bunga akan lebih penting daripada kenaikan itu sendiri bagi emas... Jika ia menggambarkannya sebagai awal dari siklus pengetatan bertahap dari pertemuan ke pertemuan, itu akan menjadi pukulan bagi emas dan aset berisiko secara keseluruhan," kata analis pasar IG, Tony Sycamore. "Jika sebaliknya ia memberi sinyal preferensi untuk laju yang lebih terukur, itu akan terbukti agak mendukung sentimen risiko dan emas." Meskipun dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, emas sering kehilangan daya tariknya ketika suku bunga naik karena meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil. Data pada hari Jumat menunjukkan, harga konsumen AS meningkat pada bulan Agustus, sementara ukuran utama inflasi inti mencatat peningkatan terbesar dalam empat bulan. Di bidang geopolitik, Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran melancarkan gelombang serangan baru terhadap Arab Saudi dan memperkuat posisinya di pantai barat Yaman di sepanjang Laut Merah.
Baca Juga: Ekonomi China Masih Timpang, Produksi Pabrik Menguat tapi Konsumsi Melemah Harga minyak pun kembali naik karena kekhawatiran akan gangguan pasokan. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mencapai level psikologis kunci 5% pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023. Tonggak sejarah ini merupakan ambang batas yang menurut analis dapat berdampak pada ekonomi AS dan mengancam pasar saham yang sedang naik dengan mengurangi daya tarik relatif saham AS. Di sisi lain, harga perak spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 63,28, platinum turun 0,1% menjadi US$ 1.757,46 dan paladium turun 0,7% ke US$ 1.283,61.