KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Rabu (7/10/2026), seiring investor menunggu risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter. Mengutip Reuters, harga emas spot nyaris tidak berubah di US$ 4.159,62 per ons troi pada pukul 00.38 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga stabil di US$ 4.187,30 per ons troi.
Baca Juga: Francis Halzen Raih Nobel Fisika 2026, Ungkap Rahasia Kosmos dari Es Antarktika Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu AS. Dokumen tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk melihat pandangan para pejabat The Fed mengenai prospek suku bunga setelah bank sentral memangkas suku bunga pada pertemuan sebelumnya. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan pada Selasa bahwa dirinya mendukung kenaikan suku bunga pada September di tengah meningkatnya risiko inflasi. Namun, menurut dia, keputusan untuk kembali menaikkan suku bunga akan sangat bergantung pada apakah tekanan yang mendorong inflasi mulai mereda atau justru terus berlanjut. Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan bank sentral masih perlu menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Hal itu tetap diperlukan meskipun kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang mulai membebani aktivitas di sejumlah sektor ekonomi. Data ekonomi AS yang lebih lemah dalam beberapa waktu terakhir telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Namun, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sekitar 85%. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Investor biasanya lebih memilih aset yang menghasilkan imbal hasil ketika tingkat suku bunga meningkat.
Baca Juga: IEA Akan Memutuskan Rincian Pelepasan Cadangan Diesel Pekan Depan Di sisi lain, prospek emas masih dinilai positif dalam jangka menengah. Delegasi dalam pertemuan tahunan London Bullion Market Association (LBMA) di Sorrento, Italia, memperkirakan harga emas dapat mencapai US$ 5.013 per ons troi dalam 12 bulan ke depan. Selain faktor suku bunga, perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar emas. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada Reuters bahwa Iran harus melakukan pengurangan yang "berarti" terhadap kapasitas pengayaan nuklirnya untuk memenuhi tuntutan AS dan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,6% menjadi US$ 61,32 per ons troi. Platinum naik 0,4% menjadi US$ 1.707,65 per ons troi, sedangkan palladium turun 0,1% menjadi US$ 1.170,75 per ons troi.