Harga Emas Spot Stabil Selasa (6/10) Pagi, Dolar AS yang Menguat Menahan Kenaikan



KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa (6/10/2026), setelah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) mengimbangi dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan kenaikan suku bunga pada bulan ini.

Mengutip Reuters, harga emas spot bertahan di level US$ 4.141,81 per ons troi pada pukul 00.33 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,3% menjadi US$ 4.169,10 per ons troi.

Baca Juga: Daftar 9 Rekor yang Dicetak Atlet Indonesia di Asian Games 2026, Ada Rekor Dunia


Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga emas. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi greenback tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dan 30 tahun mencatat level tertinggi dalam 24 tahun pada Senin (5/10). Sentimen negatif di pasar obligasi masih bertahan di tengah kekhawatiran terhadap inflasi dan kondisi fiskal AS.

Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mulai mereda setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada September melambat lebih tajam dari perkiraan.

Data tersebut juga disertai revisi turun terhadap pertumbuhan nonfarm payrolls selama dua bulan sebelumnya.

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember cukup tinggi.

Baca Juga: Lowongan Kerja Australia Naik 2,2% pada September, Permintaan Tenaga Kerja Tetap Kuat

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 86%.

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Namun, emas masih mendapat dukungan dari perannya sebagai aset cadangan strategis. Kekhawatiran terhadap meningkatnya utang pemerintah serta ketidakstabilan geopolitik membuat emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah risiko pasar.

Dua bank sentral juga menilai emas masih memiliki peran strategis sebagai cadangan meski imbal hasil obligasi meningkat tajam sepanjang tahun ini.

Sementara itu, data ekonomi AS menunjukkan aktivitas sektor jasa melambat pada September. Namun, kuatnya permintaan domestik membuat rantai pasokan kembali tertekan dan mendorong indeks harga yang dibayarkan pelaku usaha untuk input ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan inflasi AS berpotensi bertahan hingga 2027. Hal ini dapat membatasi ruang The Fed untuk memangkas suku bunga secara agresif.

Baca Juga: Bursa Australia Bersiap Menguat Tiga Hari Beruntun, Harga Minyak Jadi Pendorong

Di pasar komoditas lainnya, harga perak spot bergerak datar di US$ 61,04 per ons troi. Harga platinum naik 0,1% menjadi US$ 1.722,40 per ons troi, sedangkan palladium menguat 0,2% menjadi US$ 1.175,39 per ons troi.

Pergerakan harga logam mulia juga masih dibayangi perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengatakan telah melakukan serangan cepat untuk merebut kembali wilayah pesisir di sekitar Selat Bab el-Mandeb hingga Kota Mocha, serta mendorong kelompok Houthi yang didukung Iran keluar dari sebagian besar wilayah yang mereka kuasai bulan lalu.