KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan awal Asia, Senin (21/9/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat ketegangan di Timur Tengah yang turut memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga global. Mengutip
Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$4.368,33 per ons troi pada pukul 00.27 GMT. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% menjadi US$4.406,70 per ons troi.
Baca Juga: Bursa Asia Naik Senin (21/9) Pagi, Sektor Teknologi dan AI Jadi Penopang Pasar Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim menyerang sejumlah lokasi "sensitif" di Riyadh, Arab Saudi, menggunakan rudal dan drone pada Sabtu (19/9). Serangan tersebut menambah kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi ini kemudian memperkuat perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter bank-bank sentral dunia. Potensi munculnya kembali siklus kenaikan suku bunga global mulai terlihat setelah sejumlah bank sentral utama menaikkan suku bunga dan memberikan sinyal bahwa pengetatan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk meredam inflasi yang dipicu oleh perang Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Turun ke US$103,06 Senin (21/9) Pagi, Pasokan Saudi Jadi Sorotan Bank of Japan (BOJ) menjadi bank sentral besar terbaru yang memperketat kebijakan pada Jumat (18/9). Langkah tersebut menyusul kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada pekan sebelumnya dan European Central Bank (ECB) pada pekan sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi tekanan bagi harga emas. Meskipun emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena aset berbunga menjadi relatif lebih menarik bagi investor. Di pasar obligasi, Menteri Keuangan negara-negara zona euro juga mencermati kenaikan imbal hasil obligasi. Kepala Menteri Keuangan zona euro Kyriakos Pierrakakis mengatakan para menteri "khawatir tetapi tidak cemas" terhadap kenaikan imbal hasil obligasi. Menurut dia, negara-negara anggota perlu tetap menjalankan jalur fiskal yang telah disetujui Uni Eropa untuk menjaga kredibilitas fiskal.
Baca Juga: Vietnam Resmi Masuk Indeks Emerging Market FTSE, Dana Asing US$6 Miliar Mengintai Dari sisi permintaan fisik, pasar emas India masih relatif lesu pada pekan lalu. Konsumen menahan pembelian dengan harapan harga emas akan turun lebih jauh. Sementara itu, premi emas di China bertahan stabil karena permintaan investasi yang masih kuat. Pergerakan logam mulia lainnya relatif beragam. Harga perak spot naik 0,1% menjadi US$66,31 per ons troi. Platinum juga naik 0,1% menjadi US$1.801,20 per ons troi, sedangkan palladium bertambah 0,1% menjadi US$1.303,70 per ons troi.