KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Jumat (25/9/2026) dan berada di jalur penurunan mingguan. Tekanan terhadap logam mulia datang dari penguatan dolar AS serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama untuk meredam inflasi. Mengutip
Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$4.270,40 per ons troi pada pukul 00.35 GMT. Dengan pergerakan tersebut, harga emas telah terkoreksi lebih dari 2% sepanjang pekan ini.
Baca Juga: China Dorong Industri Film AI, Biaya Produksi Anjlok hingga Cuma Ratusan Yuan Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru naik tipis 0,2% menjadi US$4.304,80 per ons troi. Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas. Indeks dolar berada di jalur kenaikan mingguan sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Tekanan juga berasal dari prospek kebijakan moneter AS. Dua pejabat The Fed menyatakan bank sentral kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi yang dinilai masih terlalu tinggi. Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia Anna Paulson mengatakan mengembalikan inflasi ke target 2% merupakan prioritas utama. Ia menyatakan akan mendukung jalur kebijakan yang dapat membawa inflasi kembali ke target tersebut, sembari mempertimbangkan risiko terhadap pasar tenaga kerja. Senada, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams juga mengisyaratkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam pernyataannya di London. Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi tantangan bagi emas. Meski emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena aset berbasis imbal hasil menjadi relatif lebih menarik. Sinyal dari pasar tenaga kerja AS turut memperkuat ekspektasi tersebut. Data terbaru menunjukkan klaim baru tunjangan pengangguran AS masih berada di dekat level terendah dalam 57 tahun pada pekan lalu.
Baca Juga: Makin Panas, Mufti Agung Arab Saudi Minta Pasukan Kerajaan Bersiap Lawan Houthi Kondisi ini mengindikasikan pasar tenaga kerja kembali memperoleh momentum setelah mengalami tekanan sepanjang musim panas. Di sisi lain, perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Negosiator AS dan Iran di New York disebut tengah menjajaki jalan keluar bertahap dari perang yang mencakup kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran serta pencabutan blokade ekonomi AS terhadap Iran. Perkembangan tersebut berpotensi mempengaruhi sentimen investor terhadap aset
safe haven, termasuk emas, serta prospek harga komoditas energi. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$63,58 per ons troi. Harga platinum relatif stabil di US$1.749,61 per ons troi, sedangkan palladium turun 1,3% menjadi US$1.257,70 per ons troi.