Harga Emas Spot Turun ke US$4.327, Pasar Makin Yakin The Fed Naikkan Suku Bunga



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun pada perdagangan Senin (14/9/2026), tertekan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.327,80 per ons troi pada pukul 01.19 GMT. Penurunan tersebut terjadi setelah harga emas mencatat pelemahan selama tiga pekan berturut-turut hingga Jumat (11/9).

Baca Juga: Serangan Houthi Meningkat, Arab Saudi Sempat Beri Peringatan di 4 Kota


Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember turun hampir 1% menjadi US$4.368,60 per ons troi.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan kebijakan 15-16 September mencapai sekitar 86%.

Angka tersebut meningkat dari sekitar 67% sebelum data inflasi AS dirilis pekan lalu, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Data menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih cepat pada Agustus. Sementara itu, indikator inflasi inti mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan.

Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan pekan ini.

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga naik, daya tarik emas dibandingkan aset berbunga cenderung berkurang.

Baca Juga: Bursa Australia Menghijau Senin (14/9), ASX 200 Naik di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Harga minyak melonjak

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak naik lebih dari 2% pada Senin setelah serangan terbaru kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi.

Kekhawatiran pasokan semakin besar setelah penutupan salah satu jalur pipa minyak utama Arab Saudi.

Di sisi lain, upaya diplomasi di Timur Tengah juga menghadapi ketidakpastian setelah pertemuan antara Iran dan negara-negara Teluk ditunda.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat mendorong inflasi lebih tinggi dan membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Baca Juga: Konflik OpenAI dan Matematikawan Memanas, Ada Isu Atribusi dan Plagiarisme

Goldman Sachs pada Jumat (11/9) masih melihat adanya potensi kenaikan harga emas hingga mencapai US$4.900 per ons troi pada akhir 2026.

Namun, bank investasi tersebut memperkirakan volatilitas harga emas masih akan tinggi.

Di Eropa, dua pejabat European Central Bank (ECB) juga membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut jika kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah mulai mendorong inflasi yang lebih luas di zona euro.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya turut melemah. Harga perak spot turun 1,1% menjadi US$63,75 per ons troi.

Platinum turun 0,8% menjadi US$1.782,50 per ons troi, sedangkan palladium melemah 0,7% menjadi US$1.290,36 per ons troi.