Harga Emas Stabil Karena Imbal Hasil yang Lebih Rendah Mengimbangi Penguatan Dolar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas stabil pada hari Rabu, karena rendahnya imbal hasil US Treasury mengimbangi penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Sementara para trader menunggu data inflasi utama dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve minggu ini untuk mengukur kapan bank sentral kemungkinan akan menurunkan suku bunga.

Rabu (28/2) pukul 12.26 WIB, harga emas spot menguat tipis 0,02% ke US$ 2.030,81 per ons troi. Sedangkan harga emas berjangka kontrak April 2024 di Commodity Exchange turun 0,23% ke US$ 2.039,30 per ons troi. 

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan turun menjadi 4,29% dari 4,31% pada hari Selasa. Sementara indeks dolar naik 0,1%.


"Antisipasinya adalah laporan personal consumption expenditure (PCE), bersama dengan data Produk Domestik Bruto yang akan datang (yang akan dirilis pada pukul 20.30 WIB), mungkin bertindak sebagai katalis bagi emas untuk keluar dari kisaran perdagangan saat ini di area US$ 2.020-US$ 2.050," kata Luca Santos, analis ACY Securities kepada Reuters.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 2.000 ke Rp 1.134.000 Per Gram, Rabu (28/2)

Data pada hari Selasa menunjukkan pesanan barang tahan lama AS bulan Januari mencatat penurunan terbesar dalam hampir empat tahun. Sedangkan indeks kepercayaan konsumen AS juga turun di bulan Februari.

Pasar sekarang menunggu ukuran inflasi pilihan Federal Reserve AS – indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti – pada hari Kamis.

Gubernur Fed Michelle Bowman pada hari Selasa memperkuat sikap bank sentral AS yang sabar dalam menurunkan suku bunga, mengingat risiko positif terhadap inflasi. Setidaknya sembilan pejabat Fed lagi akan berbicara minggu ini.

Para pedagang bertaruh pada penurunan suku bunga sekitar 79 basis poin (bps) pada tahun 2024. Peluang 63% penurunan suku bunga kuartal pertama (25 bps) terjadi pada bulan Juni, menurut aplikasi probabilitas suku bunga LSEG.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas spot mungkin menguji ulang support di US$ 2.025 per ons troi, penembusan di bawahnya dapat diikuti oleh penurunan ke US$ 2.015 per ons troi," kata analis pasar Reuters Wang Tao.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati