Harga Emas Stabil, Kekhawatiran Independensi Fed Mengimbangi Sentimen Geopolitik



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas stabil pada Kamis (22/1/2026) setelah penurunan lebih dari 1% di awal sesi. Kekhawatiran atas independensi Federal Reserve AS mengimbangi meredanya risiko geopolitik setelah Presiden Donald Trump menarik diri dari ancaman tarif Uni Eropa.

Mengutip Reuters, harga emas spot stabil di US$ 4.836,09 per ons pada pukul 0740 GMT, setelah mencapai puncak rekor US$ 4.887,82 pada sesi sebelumnya.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga diperdagangkan datar di US$ 4.838,60 per ons.


Baca Juga: Rekor Baru, Penumpang Bandara Changi Singapura Tembus 69,98 Juta Orang Sepanjang 2025

"Pasar bereaksi setelah pernyataan Trump, tetapi kekhawatiran masih ada, dan itu melindungi sisi bawah untuk emas dan perak, bersama dengan kekhawatiran seputar independensi The Fed," kata ahli strategi komoditas ANZ, Soni Kumari.

Pada hari Rabu, Trump tiba-tiba menarik diri dari penggunaan tarif untuk menekan Denmark terkait Greenland, menolak penggunaan kekerasan, dan memberi sinyal kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan yang mengancam keretakan transatlantik terburuk dalam beberapa dekade.

Berbicara kepada CNBC di Davos, ia juga mengindikasikan bahwa ia hampir memilih ketua baru untuk The Fed, menambahkan bahwa ia menyukai gagasan untuk mempertahankan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett di posisinya saat ini sebagai Gubernur Fed.

Sementara itu, para hakim Mahkamah Agung AS selama perdebatan mengenai upaya Trump untuk memecat Gubernur Fed Lisa Cook tampaknya mendukung gagasan bahwa independensi bank sentral dalam menetapkan kebijakan moneter harus dipertahankan.

Baca Juga: Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Aksi Protes, Lebih dari 3.000 Orang

Para pedagang menunggu data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) November dan klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis Kamis nanti untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan The Fed.

The Fed AS secara umum diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Januari meskipun ada seruan Trump untuk pemotongan suku bunga.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga emas untuk Desember 2026 menjadi US$ 5.400 dari sebelumnya US$ 4.900 per ons.

Perusahaan pialang tersebut mengatakan pihaknya memperkirakan bank sentral akan membeli rata-rata 60 ton emas pada tahun 2026 karena negara-negara berkembang terus melakukan diversifikasi cadangan.

Selanjutnya: Banjir Jakarta: 12 RT dan 17 Ruas Jalan Terendam

Menarik Dibaca: Katalog Promo Hypermart Dua Mingguan sampai 28 Januari 2026, Aneka Telur Diskon 10%