Harga emas tarik nafas setelah jatuh dalam



MELBOURNE. Harga emas menahan penurunan lebih dalam pada perdagangan pagi ini, Senin (27/7). Namun, pasar memperkirakan, emas akan segera merosot lagi seiring dengan rencana Federal Reserve menaikkan bunga acuannya. 

Harga emas di pengiriman cepat turun tipis 0,3% menjadi US$ 1.095,35 per ons troi, dan kembali diperdagangkan ke US$ 1.096,38 pada pukul 9 pagi waktu Singapura.  

Bullion di pasar berjangka Comex untuk pengiriman Desember, menguat 1% ke US$ 1.097 per ons troi. Pekan lalu, harga emas di kontrak paling aktif ini turun 4,1% ke level US$ 1.073,7, dan menjadi harga terendah sejak Februari 2010. 


Emas kehilangan 7,4% harganya sepanjang tahun ini seiring dengan rencana The Fed menaikkan bunga. Tim The Fed akan menggelar pertemuan pekan ini, memberi petunjuk mengenai rencana kenaikan bunga yang diperkirakan terjadi September mendatang. 

Sementara The Fed berencana menaikkan bunga, dollar AS bergerak menguat dan menekan harga emas. Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur kekuatan dollar terhadap 10 valuta utama dunia lainnya rehat sejenak setelah menguat lima pekan berturut-turut, sehingga memberi kesempatan harga emas bertahan pagi ini.

"Tidak ada alasan membeli emas," kata Jonathan Barratt, Chief Investment Officer di Ayers Alliance Securities, Sidney. Sedangkan Evan Lucas, seorang strategist dari IG Ltd, Melbourne meramal, harga emas bisa jatuh ke US$ 1.000 dalam enam pekan mendatang. 

Harga perak untuk pengiriman segera juga menguat 0,5% menjadi 14,7513 per ons troi. Harga perak merosot ke 13,3842 pada Jumat lalu, harga terendahnya sejak tahun 2009.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia