Harga Emas Tembus US$ 5.311, Efek Pelemahan Dolar dan Kekhawatiran Putusan The Fed



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia mencetak rekor baru dengan menembus level US$ 5.300 per ons troi untuk pertama kalinya pada Rabu (28/1/2026). Ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya dolar Amerika Serikat. 

Investor juga menanti keputusan kebijakan Federal Reserve di tengah meningkatnya kekhawatiran atas independensi bank sentral AS tersebut.

Harga emas spot naik 1,4% menjadi US$ 5.259,78 per ons pada pukul 21.13 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 5.311,31 per ons. Pada sesi sebelumnya, harga emas telah melonjak lebih dari 3%.


Baca Juga: Wall Street Menghijau Rabu (28/1): S&P 500 Tembus Level 7.000 untuk Pertama Kalinya

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari melonjak 3,4% ke level US$ 5.254,10 per ons.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu pendorong utama reli emas. Indeks dolar tercatat bertahan di dekat level terendah dalam empat tahun, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

“Reli logam mulia saat ini seolah bergerak dengan momentumnya sendiri,” ujar Wakil Presiden sekaligus Kepala Strategi Logam Zaner Metals, Peter Grant.

Menurut Grant, meskipun emas berada di zona jenuh beli dan rentan terhadap koreksi, minat beli yang kuat setiap kali harga terkoreksi masih menopang tren kenaikan. Target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di kisaran US$ 5.400 per ons.

Investor menanti keputusan kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan pada pukul 02.00 WIB Kamis dini hari. Suku bunga diperkirakan akan dipertahankan, dengan fokus pasar tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell setelah rapat.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan akan segera mengumumkan calon pengganti Powell, yang masa jabatannya berakhir pada Mei, serta memprediksi pemangkasan suku bunga di bawah kepemimpinan baru.

Sebagai aset lindung nilai yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Sejak awal tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 20%, melanjutkan tren kenaikan tajam dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ekonom Harvard: Instrumen Krisis The Fed Berpotensi Dijadikan Senjata Oleh Trump

“Permintaan ritel masih lemah karena harga yang sangat tinggi, namun terdapat permintaan tertahan yang besar menunggu koreksi harga. Di sisi lain, para pedagang juga mengurangi aktivitas bisnis emas daur ulang karena kilang pemurnian masih penuh dan belum menerima pesanan baru,” jelas Grant.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3% ke US$ 113,31 per ons, setelah mencetak rekor US$ 117,69 per ons pada Senin. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak hampir 60%.

Harga platinum spot naik tipis 0,1% ke US$ 2.643,70 per ons, setelah menyentuh rekor US$ 2.918,80 per ons pada awal pekan. Sementara itu, paladium melonjak 3,9% ke US$ 2.008,98 per ons.

Selanjutnya: Usia Emas Terancam Nyeri Sendi? Ini Cara Maia Estianty Menghindarinya

Menarik Dibaca: Usia Emas Terancam Nyeri Sendi? Ini Cara Maia Estianty Menghindarinya