Harga Emas Tembus US$5.000, Saham ANTM hingga MDKA Melonjak Tajam



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lonjakan harga emas dunia yang menembus level US$5.000 pada Senin (26/1/2026) per ons troi turut mengerek kinerja saham-saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan Senin (26/1/2026), sejumlah saham emas kompak menguat signifikan, mulai dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melesat 10,96% ke Rp 4.760 per saham, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 4,72% ke Rp 2.440 per saham.

Selain itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 4,55% ke Rp 3.450 per saham, hingga PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang naik 2,42% ke Rp 635 per saham.


Tak ketinggalan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bahkan melonjak 18,22% menjadi Rp 7.300 per saham, sementara PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 4,91% ke Rp 2.030 per saham.

Baca Juga: Pengumuman MSCI Berpotensi Picu Arus Dana Asing Keluar, Ini Respons BEI

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, prospek saham emiten emas sepanjang tahun ini masih terbuka lebar, seiring tren kenaikan harga emas global yang berpotensi menopang kinerja keuangan emiten.

“Selama harga emas bertahan tinggi, emiten emas masih punya potensi karena kenaikan harga jual emas akan langsung mendorong pendapatan dan laba bersih,” ujar Wafi kepada Kontan, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, meski sebagian saham emas sudah mencatatkan kenaikan tajam, peluang penguatan belum sepenuhnya tertutup. Terutama bagi saham-saham yang pergerakannya masih tertinggal atau laggard dibandingkan lonjakan harga emas.

“Saham yang masih laggard justru memberi ruang penguatan lebih besar untuk catch-up,” jelasnya.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Selasa (27/1), Cek Rekomendasi saham pilihannya

Namun demikian, Wafi mengingatkan investor agar tetap mencermati risiko setelah reli harga yang agresif. Ia menyarankan investor tidak terburu-buru masuk hanya karena takut ketinggalan momentum.

“Sebaiknya hindari FOMO membeli saat harga sudah tinggi. Strategi yang lebih aman adalah buy on weakness ketika terjadi koreksi yang wajar,” kata Wafi. Ia juga menekankan pentingnya memilih emiten dengan cadangan emas yang besar atau margin yang relatif stabil.

Untuk rekomendasi, Wafi menilai beberapa saham emiten emas masih menarik dikoleksi dengan target harga tertentu. Ia merekomendasikan buy saham MDKA dengan target harga Rp 4.250 per saham, ANTM dengan target di level Rp 5.200, HRTA di Rp 2.800, serta PSAB dengan target Rp 760 per saham.

Selanjutnya: Elnusa (ELSA) Pacu Eksplorasi Migas di Indonesia Timur

Menarik Dibaca: Aset Kripto Jadi Opsi Diversifikasi untuk Dana Pensiun, Begini Strateginya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News