Harga Emas Terangkat Pelemahan Dolar AS, Menuju Kenaikan 8,35% Sepanjang Maret 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas melemah tipis pagi ini setelah kemarin melesat tinggi. Jumat (31/3) pukul 6.30 WIB, harga emas spot turun 0,05% ke US$ 1.979,42 per ons troi.

Kemarin, harga emas spot menguat 0,8% dari US$ 1.964,70 per ons troi menjadi US$ 1.980,37 per ons troi.

Sedangkan harga emas kontrak Juni 2023 di Commodity Exchange pagi ini melemah 0,04% ke US$ 1.996,90 per ons troi. Kemarin, harga emas berjangka ini menguat 0,66% dari posisi US$ 1.984,50 per ons troi.


Harga emas melesat tinggi sepanjang bulan Maret. Harga emas spot mengakumulasikan kenaikan 8,35% sepanjang Maret hingga Jumat (31/3) pagi. Sedangkan harga emas berjangka menguat 7,75% pada periode yang sama.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (31/3) di Pegadaian Turun, UBS Naik

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah mendorong permintaan untuk logam mulia. Sementara investor terus memperhatikan data inflasi AS untuk mengukur langkah Federal Reserve selanjutnya.

Indeks dolar merosot 0,5% pada perdagangan kemarin, membuat emas lebih menarik bagi pembeli dalam mata uang non-dolar AS. Sementara imbal hasil Treasury 10-tahun acuan mereda.

"Sebagian besar reli ini terus menjadi reli jangka pendek," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities kepada Reuters. Dia menambahkan, harga emas terangkat ekspektasi berkelanjutan bahwa suku bunga di AS akan naik.

Data menunjukkan produk domestik bruto (PDB) AS naik 2,6% pada kuartal keempat. Pengukur inflasi yang disukai The Fed, pengeluaran konsumsi pribadi inti (PCE), akan dirilis pada hari Jumat.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik Tipis ke US$1.967,39 pada Kamis (30/3)

Investor akan memantau data untuk mencari petunjuk tentang jalur kebijakan moneter bank sentral AS. Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sekitar 50-50 dari Fed mempertahankan suku bunga pada level saat ini pada pertemuan 2-3 Mei.

"Apa pun di bawah ekspektasi pada inti (PCE) akan menyiratkan bahwa ada sedikit kebutuhan atau persyaratan untuk kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve," kata Melek.

Ketua Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins mengatakan, sepertinya hanya akan ada satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Sementara Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan mungkin butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk turun.

"Kami perkirakan harga emas turun menjadi sekitar US$ 1.900 per ons troi dari prediksi sebelumnya US$ 1.800 per ons troi, dalam beberapa bulan mendatang," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati