Harga Emas Terbang 2% Rabu (4/2), Lanjutkan Reli Terbesar Sejak 2008



KONTAN.CO.ID - Harga emas melanjutkan reli tajam pada Rabu (4/2/2026), dengan kenaikan lebih dari 2%, setelah sehari sebelumnya mencatat lonjakan harian terbesar sejak 2008.

Aksi beli di harga rendah (bargain hunting) serta pelemahan dolar AS menjadi penopang utama penguatan logam mulia.

Melansir Reuters di pasar spot, harga emas naik 2,2% ke level US$5.044,74 per ons troi pada pukul 01.12 GMT. Sehari sebelumnya, emas melonjak 5,9%, yang merupakan kenaikan harian terbesar sejak November 2008.


Baca Juga: Keluarga Super Kaya Asia: Kekayaan Triliunan Terancam Gagal Waris?

Pekan lalu, harga emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons troi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 2,7% ke US$5.067 per ons troi.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor kunci penguatan emas. Mata uang AS turun terhadap sebagian besar mata uang utama, kecuali yen, seiring pelaku pasar melakukan konsolidasi setelah reli yang didorong oleh data ekonomi AS yang solid dan ekspektasi bank sentral AS yang kurang dovish.

Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Dari sisi kebijakan, Presiden AS Donald Trump pada Selasa menandatangani undang-undang belanja negara yang mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan federal.

Baca Juga: Konsorsium KKR–Singtel Kucurkan US$5,2 Miliar untuk Kuasai Penuh STT GDC

Namun, laporan ketenagakerjaan AS yang sangat dinantikan untuk Januari dipastikan tidak akan dirilis Jumat ini akibat dampak penutupan tersebut.

Pelaku pasar juga meningkatkan taruhan pada kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang AS dan kurva imbal hasil yang semakin curam.

Hal ini seiring ekspektasi bahwa Ketua The Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, akan mendorong pemangkasan suku bunga sambil memperkecil neraca bank sentral.

Investor saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, dan menanti rilis data ketenagakerjaan swasta ADP sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Baca Juga: Konglomerasi Hong Kong CK Hutchison Gugat Panama ke Arbitrase Internasional, Ada Apa?

Dari sisi teknikal, analis teknikal Reuters Wang Tao memperkirakan reli emas saat ini berpotensi berlanjut secara tajam, dengan target kenaikan ke kisaran US$4.950 hingga US$5.198 per ons troi.

Selain emas, logam mulia lain juga menguat. Harga perak spot naik 2,1% ke US$86,92 per ons troi, setelah pekan lalu mencetak rekor tertinggi di US$121,64.

Platinum menguat 2,3% ke US$2.260,50 per ons troi, mendekati rekor tertingginya US$2.918,80 yang tercapai pada 26 Januari, sementara palladium naik hampir 3% ke US$1.782,85 per ons troi.

Selanjutnya: Keluarga Super Kaya Asia: Kekayaan Triliunan Terancam Gagal Waris?

Menarik Dibaca: Diet Asam Urat: Sayuran Rendah Purin dan Oksalat yang Aman Dikonsumsi