Harga emas terdongkrak tensi global dan inflasi AS



KONTAN.CO.ID - Harga emas masih menanjak seiring antisipasi pasar akan makin panasnya suhu politik global. Pada pukul 7.00 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember di Commodity Exchange naik tipis ke level US$ 1.294,80 per ons troi ketimbang posisi akhir pekan lalu pada US$ 1.294 per ons troi.

Emas menyentuh harga tertinggi sejak awal Juni. Pendakian harga emas ini ditopang oleh naiknya tensi antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS). Harga emas juga didukung oleh inflasi AS yang rendah.

Peter Fertig, konsultan Quantitative Commodity Research mengatakan masih ada pengalihan ke aset safe haven setelah omongan panas dari kedua negara. "Tensi tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat, sehingga harga emas masih terdorong," kata Fertig kepada CNBC.


Inflasi Juli 0,1% yang lebih rendah ketimbang prediksi pada 0,2% menimbulkan spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga. Bahkan, peluang kenaikan suku bunga di akhir tahun makin menipis. "Harga emas tampaknya mengarah ke US$ 1.300," kata Naeem Aslam, chief market analyst Think Markets.

Aslam mengatakan, kenaikan harga emas makin menjadi setelah pengumuman angka inflasi. "Ini mengindikasikan bahwa The Fed tidak akan buru-buru menaikkan suku bunga tahun ini," kata dia.

Pada Jumat (11/8), harga emas menanjak 0,3%. Dalam sepekan, harga emas melompat 2,32%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati