Harga Emas Tergelincir 0,7% di Pagi Ini: Dolar AS Menguat dan Inflasi AS Jadi Fokus



KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Harga emas turun pada hari ini karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Sementara, investor menilai sinyal kebijakan dari Federal Reserve dan Ketua Kevin Warsh setelah bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah dan menunggu data inflasi AS penting yang akan dirilis kemudian pada hari itu

Kamis (29/10/2026) pukul 08.30 WIB, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.039,26 per ons troi. Sementara, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2026 stabil di posisi US$ 4.051 per ons troi.

Pada sesi Asia ini, dolar AS tetap kuat, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.


Sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga pada hari Rabu (28/10/2026) seperti yang diharapkan, memilih untuk menunda perubahan apa pun pada biaya pinjaman hingga setelah pemilihan paruh waktu AS yang digelar minggu depan serta menanti data lebih lanjut tentang inflasi, yang menurut bank sentral "tetap tinggi."

Baca Juga: Samsung Cetak Laba Operasional Melonjak Hampir 9 Kali Lipat di Kuartal III-2026

Para investor memperkirakan sekitar 78% kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember, dibandingkan dengan 84% sebelum pengumuman, menurut FedWatch Tool dari CME.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil, sehingga mengurangi daya tariknya bagi investor.

Di sisi lain, pasar sedang menunggu data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis pukul 12.30 GMT, indikator kunci yang dipantau ketat oleh Fed karena menargetkan tingkat inflasi 2%.

Sementara it, European Central Bank (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada hari ini dalam keputusan yang telah diisyaratkan dengan baik, yang kemungkinan akan dibayangi oleh pertanyaan tentang gejolak pasar obligasi di Prancis.

Harga komoditas global diperkirakan akan melonjak 23% pada tahun 2026, kata Bank Dunia pada hari Rabu, dengan alasan kenaikan harga energi dan gangguan pengiriman kargo selama perang di Timur Tengah, masalah pengiriman biji-bijian di Laut Hitam, dan permintaan tinggi untuk aset safe-haven seperti emas.

Impor emas bersih China melalui Hong Kong pada bulan September naik lebih dari 28% dari bulan Agustus ke level tertinggi dalam lima bulan, menurut data Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong yang dirilis pada hari Rabu.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75%–4%, Ini Rincian Kebijakan Operasional Terbaru

Di bidang geopolitik, Houthi Yaman menyerang bandara Aden pada hari Rabu, kata pasukan pemerintah Yaman, setelah kelompok yang bersekutu dengan Iran itu memperingatkan orang-orang untuk mengevakuasi fasilitas tersebut karena pertempuran meningkat di negara miskin yang terjebak dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas.

Harga perak spot turun 0,7% menjadi US$ 53,60 per ons troi, platinum turun 0,3% menjadi US$ 1.533,5 per ons troi dan paladium naik 0,7% menjadi US$ 1.017,29 per ons troi.