Harga Emas Tergelincir dari Level Rekor Setelah Data Inflasi AS yang Panas



KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Harga emas tergelincir dari rekor tertingginya pada hari Rabu (10/4) karena dolar AS dan imbal hasil Treasury menguat setelah angka inflasi yang lebih kuat dari perkiraan melemahkan ekspektasi penurunan suku bunga AS lebih awal.

Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi US$ 2,338.19 per ounce, pada pukul 08:58 waktu setempat. Emas berjangka AS turun 0,1% menjadi US$ 2,360.7.

Indeks dolar AS, naik 0,5% dan imbal hasil Treasury AS melonjak setelah data tersebut, membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.


Baca Juga: Wall Street Turun Lebih dari 1% Setelah Data Harga Konsumen di Luar Perkiraan

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% secara bulanan di bulan Maret, dibandingkan dengan kenaikan 0,3% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Harga emas tersandung karena data CPI yang lebih kuat dari perkiraan berkontribusi pada ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih sedikit, kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York.

“Namun, mari kita tunggu dan lihat; karena emas telah bertahan dalam menghadapi data yang kuat selama periode yang luar biasa ini,” tambah Wong.

Meskipun dikenal sebagai lindung nilai inflasi, daya tarik emas batangan cenderung memudar ketika tingkat suku bunga meningkat.

Harga emas batangan mencapai rekor tertinggi US$ 2,365.09 pada hari Selasa.

Baca Juga: Indeks Harga Konsumen AS Meningkat, The Fed Diprediksi Tunda Penurunan Suku Bunga

HSBC mengatakan dalam sebuah catatan bahwa mereka memperkirakan akan melihat kisaran perdagangan yang luas antara US$ 1.975- US$ 2.500 untuk harga emas pada tahun 2024.

“Meningkatnya risiko geopolitik secara signifikan mendukung emas karena konflik panas dan dingin, dan rekor jumlah pemilu tahun ini, menjaga termometer risiko tetap tinggi,” tambah catatan itu.

Shanghai Futures Exchange pada hari Rabu mengatakan akan memberlakukan batasan perdagangan pada kontrak emasnya, menyusul kenaikan harga yang tajam.

Baca Juga: Harga Konsumen AS Naik Lebih Tinggi dari Perkiraan pada Bulan Maret 2024

Pembelian yang kuat dari rumah tangga Tiongkok disebabkan oleh kurangnya pilihan alternatif yang dimiliki rumah tangga tersebut untuk berinvestasi saat ini karena sektor properti sedang krisis dan pasar saham sedang lesu, kata Kieran Tompkins, ekonom komoditas di Capital Economics.

Perak di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 28,01 per ounce, setelah mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada hari Selasa. Platinum turun 1% menjadi US$ 969,05 dan paladium turun 1,9% menjadi US$ 1.071,75.

Editor: Noverius Laoli