Harga Emas Terjun Bebas, Investor Wajib Tahu 4 Pemicunya



KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah tajam pada awal perdagangan pekan ini. Penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi menekan permintaan terhadap logam mulia tersebut.

Melansir Reuters, pada Senin (awal perdagangan Asia), harga emas spot turun 2,5% menjadi US$ 5.041,89 per ons, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April melemah 2,1% ke level US$5.049,40 per ons.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Indeks dolar berada di dekat level tertinggi dalam tiga bulan yang dicapai pekan lalu, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.


Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga meningkat. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik mendekati level tertinggi dalam satu bulan, yang meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Kenaikan harga energi turut memicu kekhawatiran inflasi. Lonjakan harga minyak dunia memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama, sehingga memperkuat dolar dan yield obligasi.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga meningkat. Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus pemimpin tertinggi Ali Khamenei, yang menandakan kelompok garis keras tetap memegang kendali.

Baca Juga: Inilah Faktor Utama yang Bikin Harga Minyak Menggila di Awal Pekan

Sementara itu, harga minyak mentah dunia melonjak hingga di atas US$ 100 per barel, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan dan potensi hambatan pengiriman melalui Strait of Hormuz.

Pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve pada pertemuan 18 Maret mendatang. Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni meningkat menjadi lebih dari 51%, naik dari di bawah 43% pada pekan lalu.

Dari data ekonomi, laporan terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS mulai melemah. Data nonfarm payrolls menunjukkan jumlah pekerjaan berkurang 92.000 pada bulan lalu, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 59.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,4%.

Tonton: Ekonomi Eropa Memanas: Konflik Iran Dikhawatirkan Dorong Inflasi Tinggi Lagi!

Sementara itu, logam mulia lainnya juga ikut terkoreksi. Harga perak spot turun 4% menjadi US$80,99 per ons, platinum melemah 3,8% ke US$2.054,65, dan palladium turun 2,1% ke US$1.590,32 per ons.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News