KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun pada hari ini dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan sinyal hawkish dari Federal Reserve AS membebani logam mulia ini. Jumat (19/6/2026) pukul 09.30 WIB, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.184,33 per ons troi. Ini membuat harga emas spot berada di jalur penurunan 0,9% di sepanjang pekan ini. Sejalan, harga emas kontrak berjangka untuk pengiriman Agustus 2026 turun 1% menjadi US$ 4.202,1 per ons troi.
Pasar di China daratan dan Hong Kong tutup karena libur Festival Perahu Naga.
Baca Juga: Bursa Asia Berpesta Jumat (19/6), Nikkei dan KOSPI Sentuh Rekor Tertinggi Sentimen utama bagi emas datang dari penguatan dolar AS yang berada di sekitar level tertinggi satu tahun, membuat emas batangan yang dihargai dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. "Reli emas yang didorong oleh kesepakatan perdamaian AS-Iran terbukti berumur pendek. Kebangkitan dolar AS, yang didukung oleh nada hawkish baru dari The Fed di bawah Kevin Warsh, telah mencuri perhatian," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade. "Sikap tegas Ketua baru telah secara efektif menetralkan dorongan geopolitik, mengingatkan semua orang bahwa kebijakan moneter masih memegang kendali." Sembilan dari 19 pembuat kebijakan bank sentral AS kini percaya bahwa mereka perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini, menurut proyeksi yang diterbitkan pada hari Rabu setelah The Fed mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah dalam pertemuan kebijakan perdana Kevin Warsh sebagai ketua. Tekanan inflasi yang berasal dari perang Iran telah mendorong semakin banyak bank sentral untuk menaikkan biaya pinjaman atau memberi sinyal langkah-langkah untuk mengendalikan pertumbuhan harga. Para pedagang kini melihat peluang 87% kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember, melonjak dari 61% sebelum keputusan The Fed, menurut CME FedWatch Tool.
Baca Juga: Yen Nyaris Ambruk ke Level Terendah 40 Tahun Jumat (19/6), Jepang Siaga Intervensi Emas cenderung kehilangan daya tariknya ketika suku bunga tinggi, karena tidak menghasilkan bunga. Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$ 4.900 per ons pada bulan Desember, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 5.400, karena bank tersebut tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga Fed tahun ini. Di bidang geopolitik, kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz dan AS mengatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada hari Kamis. Harga perak spot turun 1,5% menjadi US$ 64,83 per ons troi, platinum anjlok 1,3% menjadi US$ 1.674,47 per ons troi, dan paladium turun 0,8% menjadi US$ 1.268,65 per ons troi.