Harga Emas Terkoreksi 2,97% dalam Sepekan, Ekspektasi Bunga Tinggi Kurangi Daya Tarik



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga komoditas emas mengalami tren penurunan. Mengutip Trading Economics Selasa (30/6) pukul 13.40 WIB, harga emas di level US$ 4.022 per troy ons, terkoreksi 2,97% dalam sepekan. 

Research & Development Trijaya Pratama Futures Alwi Assegaf mengatakan, harga emas masih berada dalam tekanan akibat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga beberapa kali pada tahun ini, dengan kenaikan pertama berpotensi terjadi pada bulan September. 

“Prospek suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset berbunga sehingga mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil,” ujar Alwi dalam risetnya, Selasa (30/6/2026).


Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.903 per Dolar AS Selasa (30/6) Siang, Ini Sentimen Pemicunya

Selain itu, pergerakan harga ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha. Harapan bahwa perundingan tersebut dapat meredakan ketegangan geopolitik sekaligus mengurangi tekanan inflasi menjadi salah satu faktor yang membatasi penurunan harga emas.

Meski demikian, prospek penyelesaian konflik masih menghadapi tantangan. Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tetap mengawasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, meskipun Oman memutuskan untuk tidak terlibat dalam pengelolaannya.

Di sisi lain, aktivitas pengiriman melalui jalur strategis tersebut sempat melambat pada akhir pekan setelah bentrokan terbaru menyebabkan dua kapal mengalami kerusakan. Namun, kesediaan operator kapal tanker beserta awaknya untuk tetap melintasi jalur tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi yang lebih besar.

Alwi memperkirakan harga emas tengah menguji support di level US$ 3.900 – US$ 3.886 dengan proyeksi resistance di level US$ 4.044.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News