KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia masih berpotensi bergerak volatil di tengah ekspektasi suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) yang lebih tinggi dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, koreksi harga emas dinilai dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai akumulasi aset tersebut secara bertahap. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.54 WIB harga emas di pasar spot turun 1,18% di level US$ 4.091,92 per ons troi. Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, prospek emas dalam jangka menengah hingga panjang masih cukup positif. Namun, tekanan dalam jangka pendek berpotensi berlanjut seiring ekspektasi suku bunga The Fed, kenaikan imbal hasil US Treasury (UST), serta penguatan indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY).
Harga Emas Terkoreksi, Analis Sarankan Investor Beli Bertahap
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia masih berpotensi bergerak volatil di tengah ekspektasi suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) yang lebih tinggi dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, koreksi harga emas dinilai dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai akumulasi aset tersebut secara bertahap. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 10.54 WIB harga emas di pasar spot turun 1,18% di level US$ 4.091,92 per ons troi. Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, prospek emas dalam jangka menengah hingga panjang masih cukup positif. Namun, tekanan dalam jangka pendek berpotensi berlanjut seiring ekspektasi suku bunga The Fed, kenaikan imbal hasil US Treasury (UST), serta penguatan indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY).
TAG: