Harga Emas Terkoreksi, Analis Ungkap Level Penting Ini untuk Rebound



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali bergerak melemah setelah terkoreksi dari level tertingginya. Namun, posisi harga yang masih bertahan di atas US$ 4.300 per ons troi membuat peluang pemulihan harga atau rebound masih terbuka.

Berdasarkan Trading Economics, Rabu (23/9/2026) pukul 17.20 WIB, harga emas spot berada di US$ 4.316 per ons troi, turun 1,10% secara harian. Dalam sepekan, harga masih naik 1,07%, tetapi turun 7,37% dalam sebulan.

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, emas saat ini sedang menguji area support setelah terkoreksi dari level US$ 4.700-US$ 4.860 per ons troi.


"Support terdekat berada di US$ 4.294-US$ 4.317. Kalau area ini mampu bertahan, ada peluang rebound ke US$ 4.389-US$ 4.483," kata Wahyu kepada Kontan, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Harga Emas Masih Konsolidasi, Dolar AS Jadi Penghambat Utama

Menurutnya, investor jangka panjang dapat memanfaatkan koreksi harga untuk melakukan akumulasi secara bertahap. Strategi dollar cost averaging (DCA) dapat menjadi pilihan agar investor tidak masuk sekaligus pada satu level harga.

"Investor jangka panjang sebaiknya tidak menaruh seluruh modal di satu harga, tetapi memanfaatkan setiap gelombang koreksi untuk menambah porsi secara bertahap," ujarnya.

Selain support US$ 4.294-US$ 4.317, level US$ 4.097 menjadi area yang perlu dicermati apabila tekanan jual kembali meningkat.

Sementara apabila rebound berlanjut, emas berpeluang menguji resistance US$ 4.389-US$ 4.483 hingga US$ 4.595 per ons troi.

Baca Juga: Jelang Batas Minimum Harga Rp 1, Investor Asing Ini Tambah Pemilikan Saham GOTO

Dari sisi sentimen, permintaan emas China masih menjadi salah satu penopang. Impor emas China hingga Agustus telah melampaui 1.000 ton di tengah kuatnya permintaan investasi.

Selain itu, pembelian bank sentral, arus dana ETF emas dan kondisi geopolitik global masih menjadi faktor yang dapat menopang harga emas. Penurunan harga minyak juga berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap inflasi sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap harga emas dari sisi kebijakan moneter.

Hingga akhir 2026, Wahyu memproyeksikan harga emas masih berada dalam kisaran US$ 4.300-US$ 5.000 per ons troi.

Skenario penguatan akan semakin terbuka apabila ekspektasi terhadap kebijakan The Fed mulai lebih longgar, sementara dolar AS dan yield Treasury tidak kembali menguat secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News