Harga Emas Terkoreksi dari Puncak Dua Pekan, Pasar Waspadai Sinyal The Fed



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis (23/7/2026) setelah sehari sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan.

Kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah mendorong ekspektasi inflasi dan membuat pelaku pasar kembali mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan diputuskan pekan depan.

Berdasarkan data hingga pukul 07.13 GMT, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.103,39 per ons troi, setelah pada Rabu (22/7) sempat menyentuh US$ 4.165,87 per ons troi, level tertinggi sejak 7 Juli.


Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,1% ke US$ 4.106,40 per ons troi.

Baca Juga: Harga Emas Terkoreksi, Pasar Menanti Sinyal The Fed soal Arah Suku Bunga

Senior Research Analyst IndusInd Securities Jigar Trivedi mengatakan, kenaikan harga minyak memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sehingga membatasi penguatan emas meski dolar AS melemah.

Harga minyak bertahan di level tertinggi dalam lebih dari enam pekan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Di saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman juga dilaporkan menargetkan kapal tanker minyak di Laut Merah. Lonjakan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi.

Di sisi lain, indeks dolar AS turun 0,1%, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Namun, pelemahan dolar AS belum mampu menopang harga emas karena pasar lebih fokus pada potensi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor dua tahun, yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga, naik ke level tertinggi dalam 17 bulan.

Baca Juga: Emas Bangkit dari Level Terendah Dua Pekan, Investor Tunggu Sinyal The Fed

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak dapat kembali memicu inflasi dan memperbesar peluang The Fed menaikkan suku bunga.

Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Meski demikian, pelaku pasar masih menilai peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun tetap terbuka.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada September mencapai 77%. Kondisi suku bunga yang tinggi umumnya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Harga Emas Turun dari Puncaknya, Tertekan Sikap Hawkish The Fed

Logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot turun 1,3% menjadi US$ 58,90 per ons troi, platinum terkoreksi 1% ke US$ 1.628,63 per ons troi, sementara paladium turun 1,2% menjadi US$ 1.274,96 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News