Harga Emas Terkoreksi Menjelang Pemilihan Paruh Waktu AS



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun tipis pada Selasa (3/11/2026), setelah sempat melonjak lebih dari 2% pada sesi sebelumnya akibat penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi. 

Sementara itu, para investor tengah menantikan hasil pemilihan paruh waktu AS yang akan berlangsung hari ini.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$ 3.926,52 per ons pada pukul 03.53 GMT. Pada sesi sebelumnya, harga sempat naik lebih dari 2% menjadi US$ 3.954,41 per ons, bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai pada hari Jumat.


Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,8% menjadi US$ 3.936,30.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik 0,3% Pagi Ini, Investor Cermati Pemilu AS

"Emas masih dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan harga yang hebat pekan lalu," ujar Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

"Emas terus dijual sebagai aset dengan likuiditas tinggi untuk menutupi kerugian dan margin call di instrumen lain, alih-alih dibeli sebagai aset safe haven tradisional. Karakteristik inilah yang justru merugikan emas dalam kondisi saat ini," tambah Waterer.

Di sisi geopolitik, Teheran menyatakan pada hari Senin bahwa komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan masih terus berlanjut. 

Hal ini menyusul perundingan Iran dengan mediator Qatar yang menghasilkan usulan baru, namun belum mencapai terobosan berarti. Harga minyak sendiri turun lebih dari 7% pada hari Senin.

Tingginya harga energi meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Kondisi ini meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) bagi investor yang memegang emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).

Baca Juga: Harga Emas Dunia Dekati Level Terendah Setahun Senin (2/11), The Fed Jadi Beban

Menurut perangkat FedWatch dari CME, para pedagang saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 74% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

Pelaku pasar kini menantikan pemilihan paruh waktu AS yang akan berlangsung hari ini, serta potensi dampaknya terhadap sentimen pasar secara lebih luas.  "Kemenangan telak Partai Demokrat kemungkinan akan menghadirkan masalah lebih besar bagi pengembangan pusat data AI dan sektor teknologi secara luas. Oleh karena itu, tekanan tambahan terhadap sektor teknologi akibat pengawasan regulasi yang lebih ketat dapat berdampak pada pasar emas, seiring dengan terus dilakukannya pengurangan posisi untuk menutupi kerugian di sektor lain," ujar Waterer.