Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian Sebut Minat Investasi Bullion Tetap Tinggi



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pelemahan harga emas belum menyurutkan minat masyarakat berinvestasi logam mulia. PT Pegadaian mencatat bisnis bullion, termasuk cicil emas dan pembelian emas, masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah koreksi harga emas yang terjadi belakangan ini.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, koreksi harga emas merupakan dinamika pasar yang wajar. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi atau menambah kepemilikan emas dengan harga yang lebih menarik.

"Ketika harga emas mengalami koreksi, kami melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi atau menambah kepemilikan emas. Oleh karena itu, minat terhadap layanan bullion tetap terjaga karena emas masih dipandang sebagai instrumen investasi sekaligus penyimpan nilai jangka panjang," ujar Ferdian kepada Kontan.co.id, Jumat (26/6/2026).


Baca Juga: Meski Harga Emas Tergelincir, Bisnis Bullion BSI Masih Ngacir

Ferdian mengungkapkan, bisnis cicil emas maupun transaksi pembelian emas Pegadaian masih membukukan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun ini. Hingga saat ini, realisasi bisnis tersebut telah mencapai lebih dari Rp 13 triliun dan masih tumbuh sesuai target perusahaan.

Menurut Ferdian, produk Cicil Emas masih menjadi pilihan masyarakat karena memberikan kemudahan memiliki emas secara bertahap dengan skema pembiayaan yang terjangkau. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi investasi dan perlindungan nilai aset juga turut mendorong pertumbuhan transaksi pembelian emas.

"Secara umum tren bisnis cicil emas maupun transaksi pembelian emas masih menunjukkan kinerja yang positif. Produk ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap, sementara transaksi pembelian juga terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran investasi," katanya.

Tak hanya investasi, layanan gadai emas juga tetap ramai meski harga emas sedang mengalami koreksi. Ferdian menjelaskan, karakteristik produk gadai berbeda dengan investasi karena lebih ditujukan sebagai solusi kebutuhan likuiditas jangka pendek.

Menurutnya, emas tetap menjadi aset yang mudah dicairkan sehingga permintaan terhadap layanan gadai relatif stabil di berbagai kondisi pasar.

"Iya, aktivitas gadai emas tetap berjalan dengan baik. Produk gadai lebih berfungsi sebagai solusi kebutuhan likuiditas jangka pendek sehingga permintaannya relatif tetap terjaga di berbagai kondisi pasar," ujarnya.

Ke depan, Pegadaian optimistis bisnis bullion masih memiliki prospek cerah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Perseroan meyakini emas masih akan menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat karena dinilai aman dan mampu menjaga nilai aset.

Optimisme tersebut juga ditopang oleh meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi emas, pengembangan ekosistem bullion nasional, serta inovasi produk dan layanan yang semakin memudahkan transaksi emas.

"Kami percaya emas masih akan menjadi primadona instrumen investasi yang aman dan menguntungkan. Ke depan, Pegadaian akan terus memperkuat layanan bullion sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk keuangan berbasis emas," kata Ferdian.

Baca Juga: OJK: Naiknya BI Rate Dapat Pengaruhi Strategi Investasi Dana Pensiun

Untuk mempermudah masyarakat memiliki emas, Pegadaian menyediakan dua skema, yakni Tabungan Emas dan Cicil Emas.

Pada produk Cicil Emas, nasabah cukup menyiapkan fotokopi KTP dan membayar uang muka minimal 15%. Pengajuan dapat dilakukan melalui outlet maupun aplikasi Pegadaian Digital. Nasabah kemudian menentukan gramasi emas, tenor pembiayaan, serta metode pembayaran sebelum menandatangani akad. Emas batangan akan diterima setelah cicilan lunas.

Sementara melalui Tabungan Emas, masyarakat dapat membuka rekening secara digital melalui aplikasi Tring!, kemudian melakukan pembelian maupun penjualan (buyback) emas mulai dari Rp 10.000. Dana yang disetorkan akan langsung dikonversi menjadi saldo emas dalam satuan gram sehingga memudahkan masyarakat berinvestasi secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News