Harga Emas Terkoreksi, Prospeknya Masih Menarik untuk Jangka Panjang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas tengah mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir, seiring meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat.

Data ekonomi Negeri Paman Sam yang positif serta inflasi yang masih bertahan di atas target menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga emas.

Research & Development ICDX Tiffani Safinia mengatakan, hingga akhir tahun 2026 harga emas diperkirakan masih bergerak fluktuatif.


“Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran US$ 3.900 hingga US$ 4.500 per ons troi, dengan arah pergerakan sangat bergantung pada kebijakan Federal Reserve, perkembangan inflasi AS, pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik global,” ujar Tiffani kepada Kontan, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Relaksasi RKAB Batubara Mulai Juli, Begini Prospek Kinerja Indo Tambangraya (ITMG)

Ia menambahkan, volatilitas harga emas dalam jangka pendek masih akan cukup tinggi, seiring ketidakpastian arah kebijakan moneter global. Meski demikian, dalam jangka panjang prospek emas dinilai tetap positif.

“Emas masih memiliki peran sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan inflasi, serta sebagai instrumen diversifikasi portofolio,” jelasnya.

Sejumlah lembaga global memang telah menyesuaikan proyeksi harga emas tahun ini. Namun, Tiffani menilai hal tersebut lebih dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed.

“Penyesuaian proyeksi harga lebih mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dibandingkan perubahan fundamental permintaan emas,” katanya.

Baca Juga: Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Investor Bisa Akses Saham Nvidia hingga SpaceX

Ia menambahkan, permintaan dari bank sentral, ketidakpastian geopolitik, serta kebutuhan diversifikasi investasi masih akan menjadi faktor pendukung harga emas dalam jangka panjang.

Dengan kondisi tersebut, emas dinilai masih prospektif sebagai instrumen investasi, terutama untuk menjaga nilai aset.

“Meski ruang kenaikan dalam jangka pendek terbatas, emas tetap relevan sebagai bagian dari portofolio investasi,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News