Harga Emas Tertekan, Investor Cermati Prospek Suku Bunga Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali tertekan pada Senin (21/9/2026), seiring investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap inflasi dan arah suku bunga global.

Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.354,30 per ons troi pada pukul 06.48 GMT, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan pada Jumat. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 0,8% menjadi US$4.391,50 per ons troi.

"Fokus pasar tetap pada geopolitik, minyak, dan pergerakan imbal hasil obligasi," kata Tim Waterer, Chief Market Analyst KCM Trade.


Tekanan terhadap emas datang ketika pasar kembali memperhitungkan kemungkinan siklus kenaikan suku bunga global.

Sejumlah bank sentral utama mulai menaikkan suku bunga atau memberi sinyal bahwa pengetatan lebih lanjut masih diperlukan untuk meredam inflasi yang berpotensi meningkat akibat perang Iran.

Baca Juga: Harga Emas Terjegal Perang dan Prospek Suku Bunga, US$ 4.000 jadi Level Bottom?

Bank of Japan menjadi bank sentral besar terbaru yang memperketat kebijakan pada Jumat, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pekan yang sama dan European Central Bank menaikkan suku bunga pada pekan sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi emas. Meski emas selama ini dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset berbunga menjadi relatif lebih menarik.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor penting bagi pergerakan pasar. Iran dan Amerika Serikat kembali saling melontarkan ancaman setelah serangkaian serangan yang melibatkan kelompok Houthi.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran akan menghadapi tekanan ekonomi atau kehilangan kepemimpinannya jika tidak mencapai kesepakatan, sementara militer Iran menyatakan akan memberikan respons keras terhadap serangan baru.

Pergerakan harga minyak juga menjadi perhatian investor karena berkaitan langsung dengan prospek inflasi. Harga minyak turun di tengah harapan penyelesaian diplomatik atas konflik serta ekspektasi pemulihan sebagian pengiriman dari Arab Saudi.

Menurut Waterer, emas berpotensi bergerak dalam kisaran sekitar US$4.200 hingga US$4.580 per ons troi dalam jangka pendek. Menurutnya, emas membutuhkan penurunan harga minyak dan atau imbal hasil obligasi yang lebih jelas untuk memperoleh momentum kenaikan yang berarti.

Baca Juga: Harga Emas Tertekan, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Meski demikian, Standard Chartered menilai permintaan dari sektor resmi, terutama bank sentral, masih memberikan dukungan terhadap emas. Faktor struktural yang menopang harga emas juga dinilai masih ada, meski laju kenaikannya diperkirakan lebih lambat.

Sementara itu, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$66,04 per ons troi. Platinum melemah 0,2% menjadi US$1.800,53, sedangkan palladium naik 0,8% menjadi US$1.313,15 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News