Harga Emas Tertekan, Pasar Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas melemah pada perdagangan Senin (7/9/2026), tertekan penguatan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang kuat.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.410,55 per ons troi pada pukul 13.51 waktu AS.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember melemah 0,5% menjadi US$ 4.456,40 per ons troi. Aktivitas perdagangan relatif sepi karena pasar AS tutup dalam rangka libur Labor Day.


Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis, Pasar Menanti Sinyal Suku Bunga The Fed

Data ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.

Data tersebut mendorong pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan kebijakan pada 16 September.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 60%, naik dari 50% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen mengatakan penguatan imbal hasil obligasi AS setelah rilis data pekerjaan turut menekan harga emas dan perak.

"Emas dan perak bergerak berlawanan dengan harga energi dan melanjutkan penurunan setelah laporan pekerjaan AS yang kuat meningkatkan imbal hasil obligasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," ujar Hansen.

Baca Juga: Harga Emas Turun Dua Hari karena Suku Bunga The Fed Berpotensi Naik

Pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi AS yang akan menjadi petunjuk berikutnya mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Data producer price index (PPI) akan dirilis Kamis, disusul consumer price index (CPI) pada Jumat.

Kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika imbal hasil aset berbunga meningkat, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai cenderung berkurang.

Meski demikian, risiko geopolitik masih menjadi penopang bagi harga emas. Harga minyak meningkat setelah terjadi aksi saling serang terhadap kapal pengiriman selama akhir pekan.

Iran juga menyatakan akan mengumumkan zona terbatas baru di kawasan Teluk serta jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Emas Turun Tertekan Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik tipis 0,1% menjadi US$66,24 per ons troi. Platinum menguat 0,5% menjadi US$1.827 per ons troi, sedangkan palladium naik 0,2% menjadi US$1.389,72 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News