Harga emas tumbang ke bawah US$ 1.800 per ons troi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik tipis setelah kemarin tumbang ke bawah level US$ 1.800 per ons troi. Pada Jumat (5/2) pukul 7.02 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.796,11 per ons troi, menguat 0,12% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin.

Kamis (4/2), harga emas spot anjlok 2,18% ke US$ 1.794,03 per ons troi dari sebelumnya US$ 1.834,04 per ons troi. Ini adalah penurunan harga emas hari keempat setelah melonjak di awal pekan.

Harga emas kontrak April 2021 di Commodity Exchange menguat 0,19% ke US$ 1.794,60 per ons troi. Harga emas berjangka ini lebih rendah ketimbang harga emas spot. Kemarin, harga emas kontrak April 2021 merosot 2,39%.


Sedangkan harga perak spot pagi ini menguat 0,07% ke US$ 26,37 per ons troi. Kemarin, harga perak spot juta turun 2,01%.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini turun Rp 4.000 ke Rp 943.000 per gram, Kamis (4/2)

Curamnya kurva imbal hasil US Treasury menyebabkan biaya untuk memegang emas meningkat. Imbal hasil Treasury AS jangka panjang naik karena mengantisipasi paket bantuan pandemi besar dari Washington dan pasar tenaga kerja AS yang stabil. 

"Emas bisa turun bahkan lebih rendah dan berkonsolidasi sebagai respons terhadap seluruh gagasan bahwa AS dan ekonomi global sedang pulih," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities kepada Reuters. 

Namun, perak bisa mendapatkan keuntungan dari permintaan industri, tambah Melek. Penurunan pengajuan baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu turun, mengurangi kekhawatiran atas kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS). 

Baca Juga: Harga mulai Rp 600.000, emas model baru dari Antam ini punya keistimewaan

Sementara nilai tukar dolar AS mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan dolar menyebabkan emas batangan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Emas biasanya memperoleh keuntungan dari lebih banyak stimulus, karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dari langkah-langkah stimulus yang meluas. 

Tapi imbal hasil yang lebih tinggi menantang status tersebut karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan bunga.  "Meningkatnya ekspektasi tentang berakhirnya pandemi secara relatif cepat meningkatkan harapan pemulihan ekonomi dan dengan itu kemungkinan bank sentral mengurangi stimulus moneter hiper-dovish saat ini," kata kepala analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Wall Street naik lebih dari 1%, S&P 500 dan Nasdaq rekor tertinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati