Harga Emas Turun Empat Minggu Berturut-turut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas stabil pada hari Jumat tetapi turun dalam empat minggu berturut-turut. Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab utama penurunan harga emas sepekan. 

Jumat (8/7) pukul 21.55 WIB, harga emas spot naik 0,45% ke US$ 1.748,07 per ons troi dari posisi kemarin. Dalam sepekan, harga emas spot turun 3,5%. 

Sedangkan harga emas kontrak Agustus 2022 di Commodity Exchange naik 0,41% ke US$ 1.746,90 per ons troi. Dalam sepekan, harga emas berjangka turun 3,03%.


Baca Juga: Harga Minyak Turun Sepekan, Kekhawatiran Resesi Mengalahkan Pasokan yang Ketat

Penurunan harga emas pekan ini akan menjadi penurunan terburuk sejak pertengahan Juni tahun lalu. Dolar menguat dua pekan berturut-turut, membuat emas batangan kurang menarik bagi pembeli dalam mata uang non-dolar. 

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls naik 372.000 pekerjaan bulan lalu. Angka tersebut  jauh lebih tinggi daripada perkiraan kenaikan 268.000 pekerjaan, menurut jajak pendapat ekonom Reuters.

Laporan tersebut juga menunjukkan tingkat pengangguran tetap di dekat posisi terendah pra-pandemi di 3,6%. Pendapatan per jam rata-rata naik 0,3%, sesuai dengan prediksi, setelah naik 0,4% pada Mei.

"Angka penggajian yang kuat dan angka CPI kuat lainnya (minggu depan) hanya akan berfungsi untuk mendorong dolar lebih tinggi dan emas lebih rendah," kata Michael Hewson, kepala pasar. analis di CMC Markets Inggris kepada Reuters

Baca Juga: Wall Street Turun, Data Tenaga Kerja yang Membaik Menambah Potensi Kenaikan Bunga

Di sisi teknis, penembusan emas di bawah level US$ 1.760 per ons troi dapat menandakan penurunan lebih lanjut ke US$ 1.720 dan berpotensi ke posisi terendah 2021 di dekat US$ 1.680, tambah Hewson. 

Dua pejabat Federal Reserve kemarin mengatakan akan mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi bulan ini dan kenaikan lebih kecil pada bulan setelahnya, mengecilkan risiko resesi. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik bullion yang tidak memberikan imbal hasil. 

Emas belum memenuhi reputasinya sebagai tempat berlindung yang aman akhir-akhir ini. Analis Commerzbank Carsten Fritsch mengatakan dalam sebuah catatan bahwa The Fed sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi sikap yang lebih ketat jika tekanan inflasi yang tinggi berlanjut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati