KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas sempat menyentuh di atas Rp 3 juta pada awal tahun ini, tetapi menunjukkan tren penurunan saat ini. PT Gadai ValueMax Indonesia menilai pergerakan harga emas memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bisnis gadai emas, karena berkaitan dengan nilai jaminan. Namun, Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengatakan, secara umum penurunan harga emas tidak serta-merta membuat permintaan pinjaman gadai turun.
Baca Juga: OJK: Reasuransi Berpeluang Tingkatkan Partisipasi di Pasar Regional dan Internasional "Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan tetap ada, karena fungsi utama gadai adalah memberikan akses dana yang cepat dan mudah ketika nasabah membutuhkan likuiditas, terutama dalam kondisi bunga bank meningkat," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Senin (29/6/2026). Selain itu, Brian menerangkan sebagian masyarakat juga tetap melihat emas sebagai aset yang memiliki nilai dan mudah dicairkan karena sifatnya yang likuid. Dengan demikian, minat terhadap gadai emas masih cukup terjaga. Terkait rata-rata pembiayaan per nasabah, Brian mengatakan penurunan harga emas memang dapat berdampak terhadap nilai pinjaman yang bisa diberikan, karena mengikuti nilai taksiran barang. Namun, dia bilang dampaknya sangat bergantung pada jumlah dan jenis emas yang digadaikan nasabah. "Sampai saat ini, kami masih melihat aktivitas transaksi berjalan cukup stabil dan baik, serta perubahan nilai pembiayaan masih dalam batas yang normal," ujarnya.
Baca Juga: Terindikasi Langgar Ketentuan Penagihan, OJK: TAFS Hentikan Kerja Sama Pihak Ketiga Meski ada perubahan harga emas, Brian memproyeksikan bisnis gadai emas masih berpotensi tumbuh ke depannya. Hal itu dipicu masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai emas.
Mengenai kinerja, Brian mengatakan Gadai ValueMax mencatatkan omzet meningkat 250% secara Year on Year (YoY) sampai Mei 2026. Untuk meningkatkan pembiayaan ke depannya, Brian menyebut Gadai ValueMax akan menerapkan strategi dengan memperkuat jaringan layanan, meningkatkan kualitas pelayanan di cabang, memperluas akses masyarakat terhadap gadai emas, serta barang jaminan lainnya. "Kami juga terus meningkatkan edukasi bahwa menggunakan layanan gadai di perusahaan yang berizin. Kami juga akan tetap fokus pada pengelolaan risiko yang prudent agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan," kata Brian. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News