Harga Emas Turun, Investor Menunggu Data Ekonomi AS Pekan Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas tergelincir pada hari Selasa (21/2) karena penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Sementara investor menunggu data ekonomi AS untuk mengukur strategi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 1.835,70 per ons troi pada hari ini pukul 16.52 WIB. Harga emas berjangka AS turun 0,4% menjadi US$ 1.843,10 per ons troi.

Indeks dolar melayang di sekitar level tertinggi dalam enam minggu. Penguatan kurs dolar AS membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.


"Penggerak utama emas tetap ekspektasi yang bergeser seputar langkah kebijakan Fed berikutnya, dengan mungkin lebih banyak petunjuk yang dapat ditemukan dalam rilis risalah FOMC mendatang," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity kepada Reuters.

Tan menambahkan ekonomi AS yang terus melaju dan menunjukkan perbaikan akan memicu The Fed menetapkan target suku bunga puncak yang lebih tinggi. Hal ini pada akhirnya akan menekan harga emas.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian, Siang Ini Selasa 21 Februari 2023, Cek Daftarnya di Sini

Fokus minggu ini adalah pada rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal bulan Januari pada hari Rabu`(22/2). Setelah itu, AS akan merilis data produk domestik bruto (PDB) pada hari Kamis (23/2) dan indeks harga PCE inti hari Jumat (24/2).

Awal bulan ini, harga emas mencapai level tertinggi sejak April 2022 di US$ 1.959,6 per ons troi. Tapi sejak menyentuh harga tertinggi dalam 10 bulan, harga emas turun sekitar US$ 130 setelah data AS menunjukkan tanda-tanda ketahanan ekonomi.

"Karena investor menimbang potensi hawkish baru dari Federal Reserve, dolar AS kemungkinan akan terus menguat yang berarti mungkin ada penurunan lebih lanjut untuk harga emas," kata analis senior Ricardo Evangelista dari ActivTrades dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Pasar Wait and See Menunggu Data Ekonomi, Harga Emas Bergerak di Rentang Sempit

Suku bunga yang tinggi membuat investor enggan menempatkan uang pada aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Sementara itu, survei menunjukkan pemulihan aktivitas bisnis Zona Euro meningkat bulan ini. Kenaikan aktivitas bisnis memberikan bukti terbaru bahwa negara-negara pengguna mata uang tunggal ini dapat lolos dari resesi.

Inggris, Prancis, dan AS juga akan mempublikasikan data flash PMI Februari pada hari Selasa. Para trader akan mencermati dampak kebijakan moneter yang lebih ketat pada aktivitas bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati