Harga Emas Turun Jumat (30/1) Pagi, Namun Menuju Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 1980



KONTAN.CO.ID - Harga emas turun pada Jumat (30/1/2026) akibat penguatan dolar AS, namun logam mulia tersebut tetap berada di jalur kenaikan bulanan terbesar sejak 1980, didorong oleh tingginya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,9% menjadi US$5.346,42 per ons troi pada pukul 01.24 GMT, setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.594,82 per ons troi.

Sepanjang Januari, harga emas telah melonjak lebih dari 24%, menuju kenaikan bulanan keenam berturut-turut dan menjadi lonjakan bulanan terbesar sejak Januari 1980.


Baca Juga: Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Multi-Bulan Jumat (30/1), Brent ke US$70,5

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari justru naik 1,3% menjadi US$5.390,80 per ons troi.

Harga perak spot turun tipis 0,2% menjadi US$115,83 per ons troi, setelah mencetak rekor tertinggi US$121,64 pada Kamis. Sepanjang bulan ini, perak telah melonjak sekitar 62% dan berada di jalur kinerja bulanan terbaik sepanjang sejarah.

Indeks dolar AS menguat tipis, didukung keputusan Federal Reserve pada Rabu untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, dolar masih mengarah pada pelemahan mingguan kedua berturut-turut.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan inflasi Desember kemungkinan masih berada jauh di atas target bank sentral sebesar 2%.

Baca Juga: iPhone 17 Laris Manis di Asia, Apple Kerek Proyeksi Pendapatan

Data ekonomi AS pada Kamis menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun, menandakan tingkat pemutusan hubungan kerja tetap rendah.

Namun, lemahnya perekrutan tenaga kerja masih membebani sentimen konsumen terhadap pasar tenaga kerja.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi terhadap Iran, termasuk serangan terbatas terhadap aparat keamanan dan pimpinan negara tersebut untuk memicu tekanan domestik. Langkah ini menambah daya tarik emas sebagai aset aman.

Dari sisi perdagangan global, ekspor emas Swiss naik 27% secara bulanan pada Desember, dengan pengiriman ke Inggris melonjak ke level tertinggi sejak Agustus 2019, menurut data bea cukai Swiss.

Baca Juga: Perdagangan Emas Thailand Diawasi Ketat, Dampak dari Penguatan Baht

UBS juga menaikkan proyeksi harga emasnya menjadi US$6.200 per ons troi untuk Maret, Juni, dan September 2026, dari sebelumnya US$5.000, dengan alasan permintaan investasi yang jauh lebih kuat dari perkiraan.

Sementara itu, harga platinum spot turun 0,9% menjadi US$2.606,15 per ons troi setelah sempat mencetak rekor US$2.918,80 pada awal pekan ini. Harga paladium justru naik 0,5% menjadi US$2.016,69 per ons troi.

Selanjutnya: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Berencana Stock Split dengan Rasio 1:25

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Jumat 30 Januari 2026 Turun Jadi Segini