Harga Emas Turun Lebih dari 1% Usai Komentar Warsh Angkat Ekspektasi Kenaikan Bunga



KONTAN.CO.ID - Harga emas berbalik melemah dan turun lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (28/8/2026).

Penurunan terjadi setelah pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve menyusul komentar Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai upaya meredam tekanan inflasi.

Baca Juga: Yield US Treasury Menguat Setelah Warsh Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga


Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 4.563,05 per ons troi pada pukul 14.52 GMT. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam sepekan di US$ 4.528,94 per ons troi.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1% menjadi US$ 4.615,10 per ons troi.

"Emas terpukul keras setelah Ketua Warsh menegaskan bahwa inflasi belum melambat secara signifikan dan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan," ujar analis independen Tai Wong.

Warsh dalam pidatonya di simposium Jackson Hole mengatakan The Fed masih perlu mengambil langkah lebih lanjut apabila para pembuat kebijakan belum yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak kembali menuju target 2%.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal terkuat Warsh sejauh ini bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk meredam tekanan harga.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September pun meningkat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai 56%, naik dari 36% sebelum komentar Warsh.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Usai Komentar Warsh, Berpeluang Catat Kenaikan Mingguan

Untuk Desember, probabilitas kenaikan suku bunga diperkirakan mencapai 80%.

Penguatan dolar AS turut menekan harga emas. Indeks dolar naik ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Emas juga kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.

Sebelumnya, harga emas sempat mencapai rekor lebih dari tiga bulan di US$ 4.696,18 per ons troi pada Selasa (25/8), melanjutkan reli setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah dukungan terhadap obligasi jangka panjang pada pekan lalu.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,3% menjadi US$ 69,48 per ons troi. Platinum menguat 1,7% menjadi US$ 1.878,46 per ons troi, sedangkan palladium melonjak 7% menjadi US$ 1.444,75 per ons troi.